- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
Tahun 2024 Dinkes Cianjur Catat Ribuan Pasien TBC Sembuh Berobat di Rumah Sakit dan Puskesmas

Keterangan Gambar : Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Frida Laila Yahya.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat sepanjang tahun 2024 sekitar 6.598 pasien dengan kasus Tuberkulosis (TBC) dinyatakan sembuh setelah menjalani pengobatan secara rutin di rumah sakit atau puskesmas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur Frida Laila Yahya di Cianjur, belum lama ini, mengatakan pengobatan pasien TBC ditanggung negara sehingga tidak dikenakan biaya, selama penanganan dijamin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
"Pengentasan TBC masuk dalam program strategis nasional melalui Temukan TBC Obati Sampai Sembuh (TOSS TB), obatnya gratis ketika menjalani pengobatan di rumah sakit atau puskesmas, yang memiliki pelayanan TBC," tuturnya.
Baca Lainnya :
- Akibat Sosialisasi Kurang Gencar, Ada Warga Pinggiran Cianjur Tak Tahu Pilkada
- Kini di Cianjur Hadir Layanan Virtual Grab Driver Center
- Polsek Mande Semangati Warga Ajakan 3M, Ini Tujuannya
- Waduh, Warga Dua Desa di Naringgul Cianjur Keluhkan Proyek Jalan Mangkrak
- Masa Pandemi Corona, Ini Kepedulian Sosial Anggota Komisi XI DPR RI Ecky
Pasien akan menerima obat secara rutin selama enam bulan sampai sembuh, mereka diberikan fixed-dose combination antituberculosis, yang mengandung empat macam jenis obat dalam satu tablet.
Sehingga dalam waktu tertentu, selama menjalani pengobatan pasien akan mendapat evaluasi kesehatan dengan cara diperiksa dahaknya, setelah rutin mengkonsumsi obat setiap harinya tanpa terlewat, hingga tidak mengalami resisten.
"Kalau pasien mengalami resisten, maka obat yang diberikan selanjutnya akan berubah menjadi TBC resisten, yang jumlahnya lebih banyak dan durasi pengobatan akan menjadi sangat lama," imbuhnya.
Pihaknya juga mencatat selama beberapa tahun terakhir tingkat kesembuhan pasien TBC meningkat, seperti pada tahun 2023 dimana jumlah angka kesembuhan mencapai 7.798 pasien, sedangkan pasien meninggal 133. Sementara pada tahun 2024 pasien meninggal karena TB 110 orang.
"Harapannya tahun ini tidak ada peningkatan, namun kesembuhan terus bertambah seiring sosialisasi, yang digencarkan guna menekan angka penularan TBC, termasuk melakukan pemeriksaan secara acak terhadap orang terdekat, terutama keluarga," jelasnya.
Frida pun menambahkan, TBC mudah menular karena penyebaran bakteri Mycobacterium tuberculosis dapat melalui udara atau airbone seperti bersin, batuk, atau faktor lainnya, sehingga pasien dalam masa pengobatan diminta selalu menggunakan masker. (dens).











