- Pasar Muka Cianjur Bersiap Naik Kelas, Diskumdagin Dorong Wajah Baru Perdagangan
- Disdikpora Cianjur Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pererat Ukhuwah Islamiyah
- Wagub Jabar Targetkan Seluruh Masyarakat Jabar Terdaftar Perlindungan Sosial Digital pada 2027
- Bapperida Cianjur Gerakkan Reformasi Birokrasi 2026 Lewat Desk Verifikasi dan Monitoring
- Semangat Sportivitas, Perumdam Tirta Mukti Cianjur Apresiasi HAORNAS 2026
- Menyambung Harapan: Kinerja Dinas PUTR Cianjur Wujudkan Jalan Padasuka–Cireundeu untuk Masyarakat
- BKAD Cianjur: Pakta Integritas Perkokoh Tata Kelola Keuangan Daerah yang Transparan dan Akuntabel
- Dari Apel Pagi ke Aksi Nyata: Disperkim Cianjur Tunjukkan Wajah Kemanusiaan
- DPMPTSP Cianjur Hadirkan Layanan Pendidikan, Percepat Izin Operasional Sekolah
- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
Syariat, Hakikat, dan Makrifat adalah Tiga Lapisan Makna Kurban pada Idul Adha

Keterangan Gambar : Foto ilustrasi istimewa.
Pinusnews.id - Makna kurban Idul Adha memiliki tiga lapisan makna: syariat, hakikat, dan makrifat. Syariat adalah pelaksanaan ibadah kurban sesuai dengan ketentuan agama, yaitu menyembelih hewan kurban pada waktu yang ditentukan.
Hakikat adalah inti atau makna terdalam dari kurban, yaitu bentuk ketaatan kepada Allah dan pengorbanan demi kebaikan.
Makrifat adalah pengetahuan dan pengalaman batin yang mendalam tentang Allah dan kurban, yaitu merasakan kebesaran Allah dalam setiap pengorbanan.
Baca Lainnya :
- BPBD Cianjur : Tebing Pasir atau Hutan Rawan Longsor di Cianjur, Sudah Terakomodir 2021
- Rustiman KPU Cianjur : 99 Persen Masyarakat Tahu 9 Desember Ada Apa?
- Perlu Perhatian Serius, Tebing Pasir Cilumping di Cibeber Rawan LongsorÂ
- Ikrar Bersama, Forkopimcam Mande Deklarasi Pilkada Aman Damai
- Kapolda Jabar Bersama Pangdam III/Siliwangi Berkunjung ke Cianjur, Ada Apa?
Berikut adalah elaborasi lebih lanjut.
Syariat:
Syariat kurban meliputi ketentuan-ketentuan mengenai jenis hewan kurban, jumlah, kondisi hewan, waktu pelaksanaan, dan tata cara penyembelihan.
Syariat kurban adalah bentuk ketaatan kepada perintah Allah yang telah ditetapkan dalam agama.
Hakikat:
Hakikat kurban adalah pengorbanan yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas untuk mendekatkan diri kepada Allah. Hakikat kurban juga mencakup penyembelihan sifat-sifat buruk dalam diri manusia, seperti ego, keserakahan, dan cinta dunia yang berlebihan.
Nabi Ibrahim mengorbankan putranya Ismail sebagai bentuk ketaatan yang sempurna kepada Allah. Kisah ini menjadi contoh teladan tentang hakikat kurban.
Makrifat:
Makrifat kurban adalah pengetahuan batin tentang kebesaran Allah dan kasih sayang-Nya kepada umat manusia.
Melalui kurban, seseorang dapat merasakan kehadiran Allah dalam setiap pengorbanan dan mencapai kedekatan sejati dengan-Nya.
Makrifat kurban juga bisa memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, sehingga memperkuat keimanan dan ketakwaan seseorang.
Dengan memahami makna syariat, hakikat, dan makrifat kurban, umat Islam dapat melaksanakan ibadah kurban dengan lebih bermakna dan mendekatkan diri kepada Allah dengan lebih sempurna. (dari berbagai sumber-dens).











