- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Standar Nasional Gizi Gratis yang Menggerakkan Ekonomi Lokal dan Lindungi Anak Sekolah

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI H. Kamrussamad saat kunjungan ke daerah pemilihan (dapil) sekaligus peresmian dapur MBG di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, Cianjur Selatan.
Pinusnews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya inisiatif sosial biasa. Anggota DPR RI H. Kamrussamad, Ph.D., menegaskan bahwa MBG dirancang sebagai acuan nasional untuk penyelenggaraan program gizi yang terstandar, berkelanjutan, dan berdampak luas. Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan ke daerah pemilihan (dapil) sekaligus peresmian dapur MBG di Desa Sukapura, Kecamatan Cidaun, pada Minggu (25/1/2026).
Di tengah tantangan ketahanan pangan, MBG muncul sebagai solusi terintegrasi yang tak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, tapi juga membuka peluang ekonomi di tingkat lokal.
Dari Standar Gizi hingga Rantai EkonomiPada intinya, MBG adalah sistem holistik yang mencakup penetapan standar gizi, pengelolaan bahan pangan, hingga distribusi yang terukur.
Baca Lainnya :
- Personil Kodim 0608/Cianjur, Dukung Pelaksanaan Vaksin Covid-19
- Cegah Kerumunan Massa, Dandim, Kapolres dan Ketua DPRD Cianjur Patroli Malam Pergantian Tahun
- Covid-19 Makin Merajalela, KBM di Cianjur Terancam Ditunda
- Pengendara Diputar Balik, TNI-POLRI Razia di Pantai Wisata Cianjur
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
"MBG bukan sekadar memberi makan, tetapi menyiapkan kerangka nasional agar program gizi berjalan seragam, berkualitas, dan membuka peluang kerja," tegas Kamrussamad.
Program ini melibatkan berbagai sektor: petani menyediakan sayur dan beras segar, peternak dan nelayan memasok protein hewani, juru masak mengolah menu, serta tenaga distribusi dan pelaku UMKM pangan menangani logistik.
Rantai pasok ini tak hanya memastikan makanan bergizi mencapai anak sekolah, tapi juga menggerakkan roda ekonomi daerah—menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan lokal.
Lebih jauh, MBG menjanjikan dampak nyata bagi generasi muda. Menu harian dirancang memenuhi standar gizi nasional, dengan kalori seimbang, vitamin, dan mineral esensial untuk mendukung tumbuh kembang anak. Namun, keberhasilan ini bergantung pada komitmen bersama.
Di sinilah pengawasan menjadi elemen krusial. Kamrussamad menekankan bahwa konsistensi kebijakan dan monitoring ketat harus dilakukan oleh pihak terkait—mulai dari Kementerian Kesehatan, Dinas Pendidikan, hingga lembaga independen seperti Badan POM dan ahli gizi.
Menu makanan MBG wajib diperiksa secara berkala: kandungan gizi diuji laboratorium, bahan baku diverifikasi bebas kontaminan, dan rasa disesuaikan agar anak-anak lahap tanpa tambahan gula atau garam berlebih.
Bayangkan jika menu asal-asalan—seperti sayur layu atau protein kurang matang—merugikan kesehatan anak, menyebabkan stunting atau keracunan. Pengawasan ini memastikan program tepat sasaran, baik dari sisi gizi masyarakat maupun manfaat ekonominya. "Pengawasan menjadi kunci agar MBG benar-benar berdampak," ujarnya.
MBG bukan sekadar program pemerintah, melainkan fondasi nasional untuk gizi prima dan pertumbuhan ekonomi inklusif. Dengan pengawasan pihak terkait yang tegas terhadap menu makanan, program ini akan melindungi anak sekolah dari risiko dan memaksimalkan potensinya.
Langkah awal seperti peresmian dapur di Cidaun membuktikan komitmen nyata—kini tinggal eksekusi konsisten di seluruh negeri. (dens).











