- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
Sinergi Pemda dan Kemenag: Fondasi Harmoni Keagamaan di Cianjur

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Kabag Kesra Cianjur, Selamet Riyadi, pada pertemuan dengan Kepala Kemenag yang baru H. Abdul Qohar Azij.
Pinusnews.id - Pada Selasa, 3 Maret 2026, Ruang Rapat Bupati Cianjur dilaksanakan pertemuan hangat yang menandai babak baru kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Didampingi Kepala Bagian Kesra, Selamet Riyadi, Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menerima audiensi dari Kepala Kemenag Cianjur yang baru, Bapak H. Abdul Qohar Azij. Acara ini adalah momentum strategis untuk memperkuat pondasi pembangunan daerah berbasis nilai keagamaan.
Bupati Ferdian membuka pertemuan dengan ucapan selamat yang tulus, menyampaikan harapan agar amanah baru tersebut dijalankan dengan optimal.
"Selamat datang dan selamat bertugas, Pak Abdul Qohar. Semoga amanah yang diemban dapat dijalankan dengan baik serta membawa kemajuan bagi pelayanan keagamaan di Kabupaten Cianjur," ujarnya.
Baca Lainnya :
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
Doa dan sambutan ini mencerminkan komitmen bupati untuk mendukung transisi kepemimpinan yang mulus, sekaligus menegaskan peran Kemenag sebagai mitra utama dalam membentuk karakter masyarakat.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan kesiapan Pemkab Cianjur melanjutkan kolaborasi yang telah terjalin erat. Fokus utama adalah program pembinaan umat, pendidikan keagamaan, dan pelayanan masyarakat. Kolaborasi ini bukan hal baru, karena selama ini Pemda Cianjur dan Kemenag telah bersinergi dalam berbagai inisiatif, seperti pengembangan madrasah dan dakwah inklusif, yang kini siap diperkuat untuk menghadapi tantangan kontemporer seperti radikalisme dan degradasi moral.
Harapan Bupati terhadap sinergi ini amat jelas yakni menciptakan masyarakat religius, harmonis, dan berakhlak mulia.
"Pemerintah Kabupaten Cianjur siap melanjutkan dan memperkuat kolaborasi dengan Kantor Kementerian Agama, khususnya dalam mendukung program pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta pelayanan kepada masyarakat," tambahnya.
Visi ini menjadikan keagamaan sebagai fondasi pembangunan, di mana toleransi antar umat menjadi perekat sosial di tengah kemajemukan Cianjur yang kaya akan budaya Sunda dan Islam tradisional.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesra Cianjur, Selamet Riyadi mengungkapkan, selain penyambutan, pertemuan membahas perkembangan di lingkungan Kemenag, terutama pendidikan keagamaan dan peningkatan kualitas pelayanan.
"Isu-isu seperti digitalisasi kurikulum pondok pesantren dan akses haji yang lebih merata menjadi sorotan, menunjukkan bahwa kolaborasi ini berorientasi pada solusi konkret. Langkah ini relevan mengingat Cianjur sebagai lumbung agama di Jawa Barat, di mana lebih dari 90% penduduk beragama Islam," tutur Selamet Riyadi.
Hal lainnya, audiensi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tak lengkap tanpa dimensi spiritual. Dengan komitmen bersama, Cianjur berpotensi menjadi model bagi daerah lain dalam mewujudkan harmoni keagamaan yang berkelanjutan, di mana pemerintah dan lembaga agama saling menguatkan untuk kesejahteraan rakyat. (dens).











