- DPKAD Cianjur Gelar Santunan Anak Yatim: Wujud Kepedulian di Hari Jadi Cianjur ke-349
- Dari Masjid Nabawi, H.Adin Wakil BAZNAS Cianjur Sampaikan Terima Kasih dan Doa untuk Muzaki
- Disiplin Jadi Pondasi Pelayanan Prima, Disdikpora Cianjur Tancapkan Budaya Kerja Profesional
- Pemprov Jabar Lepas 1.147 Mahasiswa Ikuti Program Probidik Gema Jabar, Bantu Guru Mengajar
- KKN 2026, IAI Al-Azhary Siapkan Mahasiswa Pembawa Solusi
- Herry Wirawan Pimpin ICMI Cianjur 2026–2031: Ini Bukan Soal Posisi Tapi Pengabdian
- Bupati Wahyu Didampingi Ruhli Terima Audensi Edelweiss Running Festival 2026
- Siapkan Pemimpin Masa Depan, Pemprov Jabar Integrasikan Sekolah Maung dengan Industri
- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
Sekda Herman Suryatman: Teknologi Digital Percepat Komunikasi Publik

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menekankan pentingnya komunikasi publik yang jelas dan persuasif dalam meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pemerintah.
Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Opening Speech for Workshop Communications: From Strategic Intelligence to Crisis Resilience di Crowne Plaza Hotel, Kota Bandung, Kamis (13/2/2025).
Herman mengapresiasi dukungan dari Pemerintah Inggris, Layanan Komunikasi Pemerintah Internasional, serta Kedutaan Besar Inggris di Indonesia dan Timor Leste yang telah membantu menyelenggarakan pelatihan ini bagi 50 pegawai negeri sipil dari berbagai kementerian dan Pemda Provinsi Jawa Barat.
Baca Lainnya :
- Mobil Muatan Ikan Terjun Bebas ke Jurang, Tiga Orang Luka-Luka
- Begini Nasib Pedagang Keliling Cemilan di Masa Pandemi Covid-19
- Miris, Jalan Penghubung Beberapa Desa di Naringgul Ibarat Kubangan Kerbau
- Polisi Amankan Empat Pemuda Pemalak Santri
- Pemotor Meninggal Tertimbun Longsor, Jalan Sukanagara-Pagelaran Tertutup
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi Bambang Dwi Anggono, serta Wakil Komunikasi Media Kedutaan Besar Inggris Faye Belnis.
"Pemerintah telah memasuki era baru dengan menerapkan New Public Management (NPM), yang menekankan efisiensi dan efektivitas layanan publik. Namun tantangan di era digital ini, seperti penyebaran informasi yang salah, krisis kepercayaan publik, dan dampak kecerdasan buatan (AI) harus kita hadapi dengan strategi komunikasi yang lebih baik," ujar Herman.
Menurutnya, era digital membuka peluang besar untuk memperbaiki interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan pemanfaatan teknologi digital, komunikasi publik dapat menjadi lebih cepat, luas, dan efisien.
"Kami berharap pelatihan ini menjadi kesempatan yang baik bagi kita semua untuk mengembangkan keterampilan komunikasi publik, baik dalam konteks formal maupun non-formal. Dengan begitu, penyampaian program dan kebijakan pemerintah dapat lebih efektif serta meningkatkan partisipasi publik," tambahnya. (tim-dens).











