- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Rustiman: PMI, Faktor Kurangnya Partisipasi Masyarakat dalam Proses Pilkada Cianjur 2024.

Keterangan Gambar : Ketua Divisi Perencana, Data, dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Rustiman.
Pinusnews.id - Pekerja Migran Indonesia (PMI) disebut sebagai faktor kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses Pilkada 2024 khususnya di Cianjur.
Ketua Divisi Perencana, Data, dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Rustiman mengatakan, alasan tersebut karena belum tentu PMI yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) bisa pulang untuk mencoblos pada 27 November 2024 nanti.
"Karena kita juga tidak bisa menghilangkan hak mereka (PMI) untuk memilih. Tapi belum tentu juga mereka bisa pulang ke Cianjur untuk mencoblos," ungkap Rustiman pada Senin, 23 September 2024.
Baca Lainnya :
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
- Heboh, Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Agrabinta Cianjur
- Waspada, Positif Covid-19 di Cianjur Melonjak Drastis
- Bagikan Ribuan Masker Usai Peringati HKN
Pihaknya pun bahkan tidak bisa memastikan berapa jumlah DPT yang kini berada di luar negeri, baik yang bersekolah ataupun menjadi PMI.
Pasalnya, saat Pemilu 2024 lalu, daftar pemilih tetap luar negeri (DPTLN) itu berdasarkan data yang diperoleh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) secara keseluruhan dan bukan per daerah.
"Jadi memang tidak ada data yang detail mengenai jumlah DPT asal daerah," ungkapnya.
Hal itu pun diakui menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah persentase partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024.
"Jelas berpengaruh pada partisipasi pemilih. Faktor itu yang membuat kita menargetkan partisipasi itu di angka 70 persen dari total 1.816.668 DPT. Meskipun naik dari saat Pemilu 2024 yang sebanyak 67,24 persen," ungkapnya.
"Maka jika nantinya tingkat partisipasi pemilih itu turun, bukan semerta-merta karena kesalahan penyelenggara, namun banyak faktor yang mempengaruhi," tandasnya. (tim).











