- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
Rekruitmen Caleg Harus Selektif
Oleh: Lilis Nuraeni

Keterangan Gambar : Lilis Nuraeni.
Pinusnews.id - Meskipun faktanya DPR buruk, DPR tetap dibutuhkan karena DPR merupakan instrumen demokrasi agar jalannya pemerintahan tetap dijalurnya, tidak merugikan rakyat.
Buat aturan yang selektif untuk rekruitmen anggota DPR, baik dari aspek tingkatpendidikan, kecerdasan, dan wawasan, terutama karakter/akhlak.
Sejauh ini rekrutmen anggota DPR nampak tak merujuk pada profesionalisme. Untuk profesi-profesi tertentu sudah harus minimal S1, dengan tambahan keprofesian (guru, tenaga fungsional dan yang lainnya). Bahkan 2026 bidan dan perawat-pun harus S1. Sedangkan anggota DPR masih bisa SMA. Aneh...
Baca Lainnya :
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
Saat ini untuk calon aleg itu minimal berijasah D3. Boleh SMA tapi dengan kekecualian; istimewa, berkapasitas, aplikatif buat masyarakat seperti Susi Menteri Kelautan.
Pun reputasi, rekam jejak di masyarakat. Baik rekam jejak hukum normatif, maupun norma sosial. Jangan sampai pernah dipenjara, pelakor lolos juga nyaleg dan dipilih.
Hal lainnya, selama menjabat ada peninjauan berkala untuk menilai kinerja, baik kinerja administrasi, etika, moralitas, kehadiran, dan kinerja implementasi di masyarakat. Adapun yang mengawasi, menilai kinerja Aleg; tim independen setingkat kementrian seperti BPK untuk keuangan negara.
Sebab, sepanjang rekruitmen aleg tidak selektif maka kinerja DPR dan empati sulit terbentuk. Jangan biarkan mereka numpang hidup dari tetes keringat rakyat.











