- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
- 1.546 Rumah Layak Huni, Harapan Baru Warga Cianjur
- Rekrutmen Planet Ban di Cianjur Dijadwalkan Ulang, Simak Jadwal Terbarunya
- Pelayanan Dekat, Aspirasi Terdengar: Bupati Cianjur Hadir di Rembug Warga Desa Cidadap
- Disnakertrans Cianjur Buka 14 Pelatihan Gratis untuk Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
Presiden Prabowo: Peran Teknologi dalam Percepatan Penyelesaian Persoalan Nasional

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada pada Minggu, 28 Juni 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Pinusnews.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai instrumen untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan bangsa. Menurut Presiden, pemanfaatan teknologi memungkinkan pemerintah menerima masukan masyarakat secara langsung sekaligus merespons berbagai persoalan dengan lebih cepat dan tepat sasaran.
“Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat tiktok saya segera tidak lanjut, saudara-saudara. Karena saya berkeyakinan bahwa kesulitan itu harus dihadapi. Kesulitan harus dihadapi dan kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan,” ujar Presiden dalam sambutannya pada penutupan Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada pada Minggu, 28 Juni 2026.
Tidak hanya itu, Presiden juga menjelaskan bahwa teknologi telah membuka ruang komunikasi yang lebih efektif antara masyarakat dan pemerintah. Bahkan, menurutnya, berbagai laporan dari masyarakat termasuk dari daerah terpencil dapat diterima secara langsung melalui berbagai platform digital.
Baca Lainnya :
- Oknum Wartawan Resahkan Pondok Pesantren di Cianjur
- Kasus Positif Covid-19 di Cianjur Meningkat, Rakyat Ngantri Swab Test
- Astakira Jemput Pekerja Migran yang Depresi di Arab Saudi
- Wilman Singawinata, Wakil Ketua DPRD Cianjur : Pilih BUMDes Jadi Supplier
- Hujan Es Diiringi Angin Kencang Hantam Rumah Penduduk
“Teknologi bisa berbuat itu. Kesulitan di satu desa, di Nias, langsung, dan itu kita selesaikan dalam waktu cepat,” kata Presiden.
Meski demikian, Kepala Negara mengingatkan bahwa perkembangan teknologi juga harus disikapi secara bijaksana. Presiden menuturkan sisi lain dari teknologi yang memiliki potensi untuk menimbulkan dampak yang sangat merusak apabila disalahgunakan.
“Tapi kita tahu juga teknologi juga belum tentu selalu positif bagi manusia. Sekarang kita lihat, nuklir di suatu pihak luar biasa bisa membantu manusia. Energi yang sangat murah, energi yang relatif bersih. Nuklir untuk medis, nuklir untuk pertanian, iya. Tapi nuklir bisa menghabiskan peradaban manusia langsung,” tuturnya.
Presiden mengungkapkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk kemunculan agent AI, menjadi tantangan baru yang perlu dicermati secara serius. Oleh karena itu, Presiden mendorong para guru besar dan profesor untuk terus mendalami perkembangan teknologi tersebut.
“Jadi manusia yang menciptakan sesuatu yang lebih hebat. Sekarang juara catur saja kalah sama mesin, juara catur. Mesin sekarang bisa membuat karya-karya luar biasa. Ini lah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu,” tandasnya. (tim dens).











