- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI, Pahlawan Perdamaian Dunia

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di tempat persemayaman di Ruang Tengah Terminal VIP, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, pada Sabtu, 4 April 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev
Pinusnews.id - Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang gugur saat menjalankan tugas pada United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon. Prosesi penghormatan dilaksanakan di tempat persemayaman di Ruang Tengah Terminal VIP, Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, pada Sabtu, 4 April 2026.
Dengan penuh rasa hormat, Presiden memberikan penghormatan kepada tiga jenazah personel penjaga perdamaian Indonesia yakni Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, serta Kopda Anumerta Farizal Rhomadon. Prosesi penghormatan oleh Presiden berlangsung khidmat dengan diiringi doa bagi para prajurit yang gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia.
Presiden Prabowo turut menghampiri keluarga yang ditinggalkan satu per satu untuk berinteraksi dan menguatkan mereka. Kepada para keluarga, Presiden menyampaikan ucapan belasungkawa, serta penghormatan atas pengabdian para personel yang gugur.
Baca Lainnya :
- Aji Prasetio Korban Tenggelam di Kali Cilaku Ditemukan Sudah Meninggal
- Rapat Forkopimda dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Cianjur
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
Penghormatan terakhir pun diberikan Kepala Negara kepada ketiga jenazah sebelum pengusungan jenazah menuju tempat dilaksanakannya upacara persemayaman. Upacara tersebut rencananya akan dilaksanakan sebelum ketiga jenazah diberangkatkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan.
Ketiga jenazah personel pasukan perdamaian Indonesia yang gugur tiba di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 17.20 WIB. Sebelumnya, pada Kamis (2/4), telah dilaksanakan upacara pelepasan dan penghormatan kepada ketiga personel tersebut di Bandara Internasional Rafic Hariri di Beirut, Lebanon yang dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL.
Turut hadir dalam prosesi penghormatan tersebut yakni Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Lodewijk Freidrich Paulus, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta para kepala staf angkatan.
Di tengah suasana penuh penghormatan, bangsa ini kembali diingatkan bahwa perdamaian dunia tidak datang tanpa pengorbanan. Tiga prajurit TNI tersebut telah menunaikan tugas mulia tertinggi seorang tentara, berjuang hingga titik terakhir demi kemanusiaan.
Mereka gugur, namun jasa dan semangatnya akan terus hidup di setiap langkah Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia. (tim dens).











