Polsek Sukanagara Cianjur Dampingi Panen Jagung Hibrida, Dorong Ketahanan Pangan Lokal

21 Jun 2026, 09:35:30 WIB Cianjur
Polsek Sukanagara Cianjur Dampingi Panen Jagung Hibrida, Dorong Ketahanan Pangan Lokal

Keterangan Gambar : Panen jagung hibrida yang dilaksanakan Kelompok Tani Agro Taruna Tani di Sukanagara, yang didampingi aparat kepolisian setempat. (Foto istimewa).


Pinusnews.id - Polres Cianjur terus memperkuat dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dengan langkah nyata di tingkat desa. Salah satu upaya itu tampak pada kegiatan panen jagung hibrida yang dilaksanakan Kelompok Tani Agro Taruna Tani di Kampung Parabon, Desa Sukarame, Kecamatan Sukanagara, pada Sabtu, 20 Juni 2026. Panen yang mendapat pendampingan dari aparat kepolisian setempat menunjukkan bagaimana sinergi antarinstansi dapat mendorong produktivitas pertanian di wilayah pedesaan.

Lahan seluas 6.000 meter persegi yang dikelola oleh tiga petani anggota kelompok berada di bawah kepemimpinan A. Mudrik. Tanaman jagung hibrida yang ditanam sejak 30 Oktober 2025 diperkirakan menghasilkan sekitar dua ton pipilan kering. Skala dan hasil panen ini menjadi salah satu contoh konkret bagaimana pengelolaan lahan yang baik dan varietas unggul dapat meningkatkan output pertanian di tingkat lokal.

Kehadiran Kapolsek Sukanagara AKP Dedi bersama Bhabinkamtibmas Desa Sukarame Aiptu Irfan Ardiansyah saat kegiatan panen bukan sekadar simbolis. Menurut Aiptu Irfan, peran polisi mencakup pendampingan teknis, motivasi, serta pengamanan kegiatan untuk memastikan proses berjalan lancar. 

Baca Lainnya :

"Keterlibatan Polri tidak hanya sebatas pengamanan, tetapi juga memberikan pendampingan serta motivasi kepada petani agar tetap produktif dalam mengelola lahan pertanian," ujarnya.

Proses budidaya hingga panen berlangsung relatif baik meskipun kelompok tani menghadapi sejumlah kendala selama masa tanam. Aiptu Irfan mengungkapkan bahwa curah hujan yang cukup tinggi dan serangan hama burung sempat mengganggu pertumbuhan tanaman. 

"Alhamdulillah, panen berjalan lancar. Kendala yang dihadapi selama proses budidaya hanya curah hujan yang cukup tinggi dan serangan hama burung. Namun hal tersebut dapat diatasi sehingga hasil panen tetap optimal," katanya, menekankan kemampuan petani dan pendamping dalam mengatasi tantangan.

Keberhasilan panen jagung hibrida ini dipandang sebagai bukti sinergi efektif antara petani, pemerintah desa, dan kepolisian dalam mendukung target swasembada pangan nasional. Dukungan yang bersifat berkelanjutan—mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen—menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan lokal. 

"Polsek Sukanagara siap mengawal program ketahanan pangan mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen," tegas AKP Dedi.

Selain memberikan sumber pendapatan bagi petani, hasil panen di Desa Sukarame diharapkan ikut berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan di Kabupaten Cianjur. Jika pola pendampingan dan praktik budidaya ini direplikasi di desa lain, kapabilitas produksi pangan lokal berpotensi meningkat, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mendukung tujuan nasional jangka panjang. (tim dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment