- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Peringatan Harkitnas 2026: Bupati Cianjur Tekankan Peran Pendidikan dan Kemandirian Desa

Keterangan Gambar : Beberapa momen dari Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Kabupaten Cianjur, bertempat di SMA Mardiyuana, Jumat 22 Mei 2026.
Pinusnews.id - Upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di Kabupaten Cianjur berlangsung khidmat di halaman SMA Mardiyuana, Jumat 22 Mei 2026. Kegiatan dihadiri Bupati Mohammad Wahyu Ferdian didampingi Wakil Bupati Ramzi, Forkopimda, para pejabat OPD, serta unsur terkait lainnya. Pemilihan SMA Mardiyuana sebagai lokasi upacara menunjukkan keterlibatan institusi pendidikan sebagai ruang publik penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda.
Momen Harkitnas tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, yang menegaskan posisi generasi muda sebagai pondasi masa depan Indonesia. Membacakan sambutan resmi Menteri Komunikasi dan Digital, penyelenggara menyorot pergeseran tantangan negara dari kedaulatan teritorial menuju kedaulatan informasi dan percepatan transformasi digital. Kondisi ini menuntut sikap adaptif dari seluruh pemangku kepentingan, terutama pendidikan formal yang menjadi ujung tombak pembentukan karakter dan literasi digital.
Dalam pidato yang dibacakan, pemerintah pusat menekankan pentingnya kemandirian bangsa melalui program-program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Penekanan tersebut terlihat konkret melalui kebijakan yang mengarah pada penguatan kapasitas lokal, digitalisasi layanan publik, serta peningkatan ketahanan sumber daya yang menjadi basis pembangunan nasional. Pendekatan ini menuntut kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas lokal agar kebijakan dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Baca Lainnya :
- PT. SAC Bantu Pemerintah dalam Program Usaha Petani Porang di Cianjur
- 60 Pasien ODGJ Yayasan Rumah Pulih Jiwa Telah Sembuh, Tapi Pemda Cianjur Tutup Mata
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Mobil Angkutan Umum Tertimpa Pohon, 2 Sopir Dilarikan ke Rumah SakitÂ
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
Tidak hanya aspek pendidikan yang disentuh, sambutan juga memaparkan upaya pemerintah memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui sektor kesehatan, pangan, dan ekonomi desa. Salah satu strategi utama adalah penguatan koperasi desa/kelurahan Merah Putih sebagai motor ekonomi lokal.
Dengan arah kebijakan seperti itu, akses terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, dan kebutuhan pokok diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang menjadi tuan rumah peringatan ini dan menegaskan pentingnya peran tenaga pendidik dalam membentuk generasi yang tangguh.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran kampus Mardiyuana dan para pengajar yang telah mendukung penyelenggaraan upacara serta kerja nyata dalam mendidik anak-anak kita. Pendidikan adalah fondasi yang harus terus kita jaga untuk menjaga tunas bangsa,” kata Bupati Ferdian.
Peringatan Harkitnas di Cianjur kali ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat kebutuhan sinergi antara pendidikan, kebijakan ekonomi desa, dan transformasi digital untuk menjaga kedaulatan informasi dan kekuatan bangsa. Ke depan, tantangan besar menuntut langkah nyata dari semua pihak—pemerintah daerah, sekolah, masyarakat desa, dan sektor swasta agar tema “Jaga Tunas Bangsa” menjadi kenyataan yang dirasakan di lapangan. (dens).











