- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Pemdaprov Jabar Uji Coba Dua Koridor BRT Bandung Raya

Keterangan Gambar : BRT direncanakan menggunakan bus listrik untuk menarik minat masyarakat.
Pinusnews.id - Pemdaprov Jabar akan melakukan ujicoba dua koridor Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya awal 2024.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Jabar Iendra Sofyan, ujicoba dua koridor baru akan dilakukan tiga bulan pertama 2024, meliputi rute Cibiru - Kebon Kalapa dan Stasiun Hall - Stasiun KA Cepat Tegalluar.
"Kita akan ujicoba dalam tiga bulan ini. Kita juga sudah mengambil alih dua koridor sebelumnya yang dikelola Kemenhub yaitu BEC - Baleendah dan Alun-alun Bandung - Cimahi - Padalarang - Stasiun Kereta Cepat," kata Iendra di Gedung Sate Bandung, belum lama ini.
Baca Lainnya :
- Soal Isu Menteri Mundur, Presiden Jokowi Pastikan Kabinet Tetap Bekerja
- Selamat, Dinas Sosial Cianjur Sabet Dua Penghargaan Nasional
- Bey Machmudin Dampingi Menteri ATR Berikan Sertifikat Huntap Warga Terdampak Longsor
- Kemensos Tangani Siswi Korban Rudapaksa Gurunya
- Presiden Jokowi Saksikan Pengucapan Sumpah Arsul Sani sebagai Hakim Konstitusi
Penambahan dua jalur baru BRT itu direncanakan menggunakan bus listrik, untuk semakin menarik minat masyarakat menggunakan transportasi massal bertenaga listrik.
"Kita rencanakan menggunakan bus listrik, ini sebagai upaya menarik minat menggunakan transportasi massal terutama yang menggunakan tenaga listrik," tambahnya.
Skema yang digunakan untuk mengoperasikan BRT Bandung Raya, menurut Iendra, masih menggunakan sekama Buy The Service (BTS), seperti yang dilakukan Kemenhub selama ini.
"Masih menggunakan BTS, jadi kita tinggal bayar operator saja. Jadi sistemnya kita menutup biaya operasional operator, agar tiket ke masyarakatnya tetap murah. Kenapa kita menggunakan skema BTS, karena kita belum memiliki badan khusus pengelola transportasi," jelasnya.
Iendra menegaskan, jika hasil uji coba dalam tiga bulan pertama 2024 berhasil, maka secara resmi dua koridor baru BRT itu akan beroperasi mulai 3 bulan terakhir 2024. (Tim).











