- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
Pemdaprov Jabar Akan Subsudi Biaya Angkut Hasil Pertanian Menggunakan Kereta Api

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Pinusnews.id - Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar akan mansubsidi biaya angkut hasil pertanian dengan menggunakan gerbong khusus kereta api. Menurut Gubernur Jabar Dedi Mulyadi, hal itu menjadi kesepakatan antara Pemdaprov Jabar, Kementerian Perhubungan dan BUMN (PT. KAI).
"Kuta sudah sepakat untuk menyediakan gerbong khusus mengangkut hasil pertanian. Nanti biayanya disubsidi oleh Pemprov," kata KDM di Gedung Negara Pakuan, Jumat (10/10/2025).
Dalam pertemuan itu juga dibahas mengenai reaktivasi jalur KA Padalarang-Cicalengka dan Bandung-Cianjur-Sukabumi-Bogor sampai ke Jakarta.
Baca Lainnya :
- Pelantikan Pengurus Syarikat Islam Kab. Cianjur Masa Jihad 2020-2025
- Info untuk Bupati Cianjur, 170 Rumah Tidak Layak Huni di Desa Tanjungsari Harus Cepat DibantuÂ
- Pulihkan Ekosistem, Komunitas Mancing BMWC Tanam Ribuan Benih Ikan
- Satpol PP Cianjur Sambut Tahun Baru dengan Operasi Miras
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
"Selain itu, ada juga pembahasan tentang optimalisasi bandara Kertajati yang akan digunakan khusus angkutan jamaah haji dan umroh. Supaya bandara itu tidak nganggur terus, itu kan aset Pemprov Jabar yang bernilai tinggi. Sekarang lagi dibicarakan dan dihitung skema pembiayaannya," terang KDM. (Pun-dens).











