- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
PAWAI AGUSTUSAN DAN HELARAN BUDAYA

Keterangan Gambar : Unang Margana
Oleh: Unang Margana-Advokat dan Pemerhati Pubilk di Bengkel Politik Cianjur
Pinusnews.id - Sebagai bentuk syukur dan bangga, atas sebuah bangsa merdeka dari Penjajahan, hampir diseluruh penjuru dunia, Pemerintah dan masyarakatnya, melakukan berbagai kegiatan dari yg sipatnya seremonial (Upacara, Ziarah kubur,dll) akademik (seminar,diskusi,dll) sampai yang sipatnya hiburan (perlombaan, Pawai/karnaval,dll). Begitupun di Kabupaten Cianjur, Pemerintah Daerah dan Masyarakat dengan segala kreatifitasnya mengisi dengan berbagai kegiatan, walaupun "sempat" kecolongan ada kegiatan yg tidak sesuai dengan sebutan "Cianjur Kota Santri".
Hiburan budaya atau "Hiburan Rakyat" dalam bahasa Indonesia, istilah "Hiburan Budaya" lebih tepat diterjemahkan sebagai "Cultural Performance" atau "Pagelaran Budaya" dalam bahasa Inggris, dapat diartikan sebagai Pertunjukan Seni dan Budaya ; Pagelaran budaya adalah pertunjukan seni dan budaya yang menampilkan kekayaan budaya suatu masyarakat, seperti tarian, musik, teater, menampilkan artefak, kerajinan, yang terkait dengan budaya suatu masyarakat, juga berupa perayaan budaya yang menampilkan tradisi dan ritual suatu masyarakat, seperti perayaan hari raya, festival, dan lain-lain.
Baca Lainnya :
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
Helaran budaya memiliki banyak manfaat, antara lain : Pertama, Melestarikan Budaya ; Helaran budaya membantu melestarikan budaya dan tradisi suatu masyarakat, sehingga nilai-nilai budaya tidak hilang dan dapat diteruskan ke generasi berikutnya. Kedua, Meningkatkan Identitas Budaya ; Helaran budaya dapat meningkatkan kesadaran dan identitas budaya masyarakat, sehingga mereka lebih menghargai dan memahami nilai-nilai budaya mereka sendiri. Ketiga, Mengembangkan Pariwisata ; Helaran budaya dapat menjadi atraksi wisata yang menarik, sehingga dapat meningkatkan pendapatan daerah dan mengembangkan pariwisata. Keempat, Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat ; Helaran budaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyediakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat lokal. Kelima, Mengembangkan Kreativitas ; Helaran budaya dapat mengembangkan kreativitas masyarakat dengan menampilkan berbagai bentuk seni dan budaya. Keenam, Meningkatkan Hubungan Sosial ; Helaran budaya dapat meningkatkan hubungan sosial antara masyarakat, sehingga dapat memperkuat solidaritas dan kohesi sosial. Ketujuh, Mengembangkan Pendidikan ; Helaran budaya dapat menjadi sarana pendidikan yang efektif, sehingga dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang budaya dan sejarah.
Pawai Pembangunan (Kemerdekaan) di Cianjur
Setiap tahun dalam rangka memeriahkan HUT RI, ada Kegiatan Pawai Pembangunan (Kemerdekaan) di Indonesia khususnya di Kabupaten Cianjur. Pawai/Karnaval Budaya, sudah jadi tradisi dan sangat ditunggu oleh Masyarakat Cianjur. Pawai Pembangunan tidak hanya Helaran Budaya, akan tetapi menjadi "Hiburan Rakyat" yang gratis dan murah meriah, ditengah himpitan kesusahan masyarakat.
Masyarakat Cianjur yang terkenal someah, nyantri dan sabar, menunggu dengan sangat.. apakah akan ada Pawai Pembangunan di HUT Kemerdekaan RI ke 80, Tahun 2025 ini. Akan tetapi Masyarakat Cianjur dikejutkan oleh kebijakan Gubernur Jawa Barat (KDM), ternyata "Pesta Rakyat" dalam bentuk Pawai/Karnaval (Helaran Budaya) diselenggarakan di Tingkat Provinsi Jawa Barat.
Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan jumlah penduduk sekitar 2,58 juta jiwa (Tahun 2024), memiliki sejarah budaya yang kaya dan beragam, keanekaragaman seni dan budaya tersebar di 32 Kecamatan dan 360 Desa/Kelurahan. Berikut beberapa contoh helaran budaya (Pesta Rakyat) yang seringkali tampil di acara "Pawai Agustusan" Cianjur, diantaranya :
-Ngarak Posong : Tradisi unik yang merupakan wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen belut yang melimpah. Dalam prosesi ini, pasangan pria dan wanita menari sambil membawa "posong"—alat tradisional penangkap belut—dengan iringan musik Sunda yang syahdu.
-Reak : Kesenian yang lahir pada abad ke-12 sebagai hiburan bagi anak-anak yang akan disunat. Kini, Reak menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Cianjur, menampilkan iring-iringan meriah dengan topeng, angklung, dan kendang.
-Kuda Kosong : Helaran budaya yang menampilkan kuda tanpa penunggang, dipercaya menjadi tunggangan gaib Eyang Raden Suryakencana, tokoh legendaris Cianjur. Kuda Kosong memadukan sejarah, mitologi, dan seni pertunjukan dalam satu pawai yang menggugah rasa.
-Rengkong : Pertunjukan seni yang menampilkan keindahan dalam kesederhanaan, dengan pikulan bambu yang dipanggul para pria menghasilkan suara mendayu saat bergesekan dengan tali ijuk.
-Pakemplung : Sajian musik dan tari khas dari Kecamatan Naringgul, lahir dari tradisi Rasul Taun atau Seren Taun. Pakemplung menjadi media ungkapan syukur atas panen yang melimpah.
-Tembang Sunda : Musik vokal klasik yang berasal dari lingkungan bangsawan Priangan, menggunakan iringan kacapi, suling, dan kadang rebab. Tembang Sunda melantunkan puisi bebas dengan nuansa mendalam.
Penutup
Helaran budaya memiliki manfaat yang luas dan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah. Dalam Pawai Agustusan, pagelaran budaya memiliki arti sebagai sarana untuk mempromosikan, melestarikan, dan mengembangkan budaya suatu masyarakat. Helaran budaya ini menjadi sarana untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Cianjur, serta menunjukkan identitas masyarakatnya yang kuat. Helaran budaya memiliki manfaat yang luas dan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.
Kabupaten Cianjur dengan 3 (Tiga) Pilar Budayanya (Ngaos, Mamaos dan Maenpo, untuk Agustusan tahun 2025 di Kabupaten Cianjur, "ada yang kurang dan hilang", masyaraķat Cianjur bertanya-tanya... kenapa tidak ada "belum ada" Pawai Pembangunan/Agustusan yang setiap tahun dilaksanakan. Sedangkan masyarakat dari seluruh pelosok (pedesaan dan perkotaan) sangat menunggu untuk menonton "Helaran Budaya, diantaranya : Kuda Kosong, Ngarak Posong, Reak, Rengkong, Pakemplung, dan yang lainnya.











