- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
Pantas IPM di Kabupaten Cianjur Terpuruk, Banyak Sekolah yang Rusak Berat

Keterangan Gambar : Keadaan ruang kelas SD Sindangsari yang rusak berat di Kampung Pajagan, Batulawang, Cipanas, Cianjur.
Pinusnews.id - Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memang terpuruk. Ini akibat pemerintahnya seakan tidak peduli terhadap pembangunan sarana pra sarana sekolah. Contohnya, terdapat satu lokal ruang kelas SD Sindangsari yang berlokasi di Kampung Pajagan Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, kondisinya memprihatinkan.
Selain itu satu ruangan dimanfaatkan staf dan guru sementara dua kelas lainnya dikosongkan karena rusak berat.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pendidikan (Wilsatdik) Cabang Kecamatan Cipanas, Saepuloh, membenarkan kondisi bangunan SD Sindangsari Batulawang keadaannya memprihatinkan.
Baca Lainnya :
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
- Panwascam Sukaluyu Lantik 170 Anggota PTPS
- 918 Burung Digantangkan, Kontes Burung di Pendopo Tumaritis Semarak Luar Biasa
- Dinas Pertanian Buka Bazar Murah untuk Umum
- Jasad Nelayan Tengelam di Pantai Cigebang Cianjur Ditemukan
"Dua ruang kelas sudah lama dikosongkan. Dan pengajuan perbaikan gedung sudah beberapa kali, namun sampai sekarang belum ada realisasinya," kata Saepuloh seusai rapat bersama kepala sekolah di kantornya, belum lama berselang.
Sementara di lokasi, sejumlah guru tengah mengawasi 22 dari 170 anak didik SD Sindangsari Batulawang, yang tengah melangsungkan ujian Akreditasi Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di ruangan guru, yang menempati lokalan gedung rusak.
"Ujian ANBK dilaksanakan di ruangan guru karena keberadaan signalnya cukup bagus," ujar salah seorang guru.
Ia mengungkapkan minimnya murid di SDN Sindangsari Batulawang-Cipanas, efek dari minat warga di sekitar komplek sekolah untuk menyekolahkan anak sangatlah kurang.
"Pihak sekolah bersama komite telah bersosialisasi dengan jemput bola, untuk membujuk warga bersekolah namun tanggapannya lain," katanya. (tim).











