Nuzulur Qur\'an di Cianjur Jadi Penguat Iman dan Kepedulian Sosial Melalui Gebyar Zakat

07 Mar 2026, 09:41:09 WIB Dunia Islam
Nuzulur Qur\

Keterangan Gambar : Rangkaian dari momen peringatan Nuzulul Qur'an diisi dengan Gebyar Zakat, di Masjid Agung Cianjur, Jumat, 6 Maret 2026.


Pinusnews.id - Peringatan Nuzulul Qur’an yang dirangkaikan dengan Gebyar Zakat, Infaq, dan Shadaqah menjadi momen sakral di Masjid Agung Cianjur pada Jumat (6/3/2026). Acara ini dihadiri Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, bersama Wakil Bupati Ramzi, Ketua DKM Masjid Agung Cianjur, Kepala Bagian Kesra Cianjur, tokoh agama, serta ratusan warga. Kegiatan ini diisi tausiah menyentuh dari KH. Misfalah Yusuf menambah khidmat, mengajak hadirin merenungkan turunnya wahyu pertama Al-Qur’an sebagai fondasi kehidupan umat Islam.

Bupati Wahyu membuka sambutannya dengan menekankan makna mendalam peringatan ini. "Peringatan Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk mengingat turunnya wahyu Allah SWT sebagai petunjuk bagi kehidupan manusia," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar sumber keimanan, melainkan pedoman utama untuk membangun peradaban maju, menumbuhkan ilmu pengetahuan, dan mempererat kepedulian sosial di masyarakat.

Di tengah tantangan moral, sosial, dan ekonomi yang kian kompleks, Bupati mengingatkan agar nilai-nilai Al-Qur’an menjadi cahaya penerang. Ia menekankan bahwa umat harus menjadikan kitab suci itu bukan hanya bacaan ritual, tapi tuntunan praktis sehari-hari agar tetap di jalan lurus.

Baca Lainnya :

Pandangan ini menggugah hadirin untuk merefleksikan bagaimana wahyu ilahi bisa menjawab kegelisahan zaman modern. Gebyar Zakat, Infaq, dan Shadaqah yang diselenggarakan BAZNAS Cianjur menjadi bukti nyata implementasi ajaran Al-Qur’an dalam solidaritas sosial.

Bupati menegaskan peran strategis zakat: "Zakat tidak hanya merupakan kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen strategis dalam mengurangi kemiskinan, memperkecil kesenjangan sosial, serta memperkuat kesejahteraan umat." Kegiatan ini menunjukkan bagaimana ibadah finansial bisa jadi alat pemberdayaan ekonomi.

Pada bagian akhir, Bupati mengajak semua pihak—aparatur pemerintah, ASN, pelaku usaha, dan masyarakat—untuk menyalurkan zakat melalui lembaga resmi guna pengelolaan yang transparan dan tepat sasaran. Dengan demikian, zakat berpotensi menjadi kekuatan besar mendukung program pengentasan kemiskinan di Cianjur. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment