- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
MPLS 2025: Efektif, Penuh Warna, dan Siap Menyambut Perjalanan Baru
Oleh: Arsila Fadwi

Keterangan Gambar : Sesi foto bersama setelah kegiatan MPLS berakhir.
Pinusnews.id Cianjur— Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Dar El Fikri Cianjur resmi ditutup dengan beragam kesan yang membekas, baik bagi siswa baru maupun para guru dan panitia pelaksana. Tahun ini, MPLS hadir dengan konsep yang sedikit berbeda—lebih fokus pada pengenalan pengetahuan dan budaya sekolah, ketimbang hanya pembentukan mental awal siswa.
Dari Pantauan Guru: MPLS Lebih Bermakna
Ayu (25), salah satu guru SMA Dar El Fikri yang ikut memantau kegiatan MPLS dari awal hingga akhir, memberikan apresiasi atas pelaksanaan tahun ini.
Baca Lainnya :
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
“Sangat berbeda dengan sebelumnya. Sekarang lebih memfokuskan pada pengetahuan dibandingkan mentalnya,” ungkapnya.
Menurutnya, panitia OSIS sudah menunjukkan tanggung jawab sesuai tugas pokok dan fungsinya. Ia juga melihat perkembangan positif dari siswa baru.
“Anak-anak sudah mulai menyesuaikan diri dengan budaya di SMA kita. MPLS ini sangat efektif bukan hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tapi juga membentuk karakter awal.”
Meski demikian, Ayu memberi satu catatan penting untuk perbaikan tahun depan.
“Karena tahun ini banyak kegiatan yang dilakukan di kelas, khawatir anak-anak malah bosen. Sarannya diselingi dengan kegiatan di luar juga, baru masuk kelas.”
Suara Panitia Komdis: Antara Tegas dan Tersentuh
Berbeda dari sudut pandang guru, Nani, salah satu panitia Komdis, membagikan pengalamannya selama menjalankan peran komisi disiplin selama MPLS. Meski harus bersikap tegas, ia tak bisa menutupi rasa iba.
“Seru sih, tapi kasihan juga lihat anak-anak dimarahin, terutama yang cewek. Ada rasa nggak tega.”
Namun, Nani juga melihat perubahan positif dari peserta.
“Hari pertama, apalagi waktu pra MPLS, mereka susah banget diatur. Tapi sekarang sudah mulai baik.”
Salah satu momen paling berkesan baginya terjadi saat acara pentas seni.
“Waktu Alfin nyanyi di pensi, lucu. Suasananya langsung cair.”
Menjadi bagian dari Komdis juga membawa dilema tersendiri bagi Nani yang di kegiatan lain akan berperan sebagai seksi acara.
“Nanti pas PTA, aku jadi seksi acara. Takutnya anak-anak masih takut sama aku padahal udah nggak jadi Komdis,” ujarnya sambil tertawa.
Pesannya untuk siswa baru pun singkat namun jelas:
“Semoga lebih disiplin, sopan, dan bisa berubah jadi pribadi yang lebih baik dari waktu SMP.”
Dengan ditutupnya MPLS 2025, SMA Dar El Fikri menyambut peserta didik baru dengan harapan besar: tumbuh sebagai pribadi yang aktif, disiplin, dan siap menjadi bagian dari budaya positif sekolah. MPLS bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang yang penuh potensi.











