- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Misteri Baru Gunung Padang, Lebih Tua dari Piramida, Lebih Kaya dari Sekadar Lima Teras

Keterangan Gambar : Situs Gunung Padang di Kampung Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Pinusnews.id - Cianjur kembali menyimpan kejutan. Situs Gunung Padang, yang berdiri gagah di Kecamatan Campaka, tak pernah berhenti menyingkap rahasianya. Tim peneliti yang dipimpin oleh Ali Akbar baru saja menemukan tiga hal penting yaitu sumber batuan, struktur undakan tersembunyi, dan pilar penyangga bawah tanah.
“Setiap kali kami gali, ada saja yang muncul. Seolah Gunung Padang ingin bercerita tentang masa lalunya,” ungkap Ali, penuh antusias.
Jejak Batuan Purba
Baca Lainnya :
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
Ternyata, sebagian batuan di Gunung Padang tidak berasal dari sekitar situs, melainkan dari Gunung Pasir Pogor yang berjarak lima kilometer. Batu-batu berbentuk balok panjang itu kemungkinan terbentuk dari letusan gunung berapi jutaan tahun silam. Tim kini tengah menguji sampel di laboratorium untuk membuktikan kesamaan material dengan bebatuan di situs utama.
Tak hanya itu, ditemukan pula sumber batu dari arah utara situs, menyerupai bebatuan khas Gunung Padang. Semua ini memperkuat dugaan bahwa nenek moyang yang membangun situs ini paham benar tentang material terbaik untuk konstruksi mereka.
Undakan Misterius di Balik Pepohonan
Naik perlahan di tangga menuju teras utama, para peneliti memperhatikan sesuatu yang tak biasa. Di sela pepohonan, muncul struktur undakan tersembunyi, berdiri diam seolah menunggu ditemukan. Temuan ini mengisyaratkan bahwa Gunung Padang bukan sekadar lima teras di puncak bukit, melainkan bagian dari bangunan raksasa yang lebih luas dari perkiraan awal.
Bukan tidak mungkin, jauh di dalam perut tanah, tersimpan ruangan besar yang hingga kini masih terkubur.
Pilar Penyangga dari Dunia Bawah
Lebih mengejutkan lagi, tim berhasil menemukan sejumlah pilar batu tegak tertanam dalam tanah. Setidaknya ada empat pilar yang diduga menjadi penahan struktur utama situs. Bentuknya mengingatkan pada fondasi bangunan modern, seakan para pembuatnya memahami teknik arsitektur tingkat tinggi.
“Gunung Padang bukan hanya tumpukan batu. Ia adalah mahakarya yang menyimpan perhitungan, desain, bahkan teknologi yang belum kita pahami sepenuhnya,” jelas Ali.
Simbol dan Corak yang Menggoda Tafsir
Tak berhenti di situ, tim juga menemukan corak khas di beberapa batu: bentuk menyerupai kujang dan tapak harimau. Awalnya diduga akibat tetesan air atau erosi alami, namun pola yang terlalu spesifik membuat peneliti harus berhati-hati. Apakah itu hasil pahatan tangan manusia prasejarah, atau sekadar ilusi dari alam? Ahli petrografi kini dilibatkan untuk memastikan jawabannya.
Lebih Tua dari Kerajaan Sunda
Hasil riset sementara menegaskan: Situs Gunung Padang sudah berdiri ribuan tahun sebelum masehi, jauh sebelum lahirnya kerajaan-kerajaan Sunda. Sayangnya, hingga kini tak ada prasasti atau catatan tertulis yang bisa memberi nama pada peradaban misterius ini.
“Untuk sementara kami menyebutnya masyarakat pembuat Situs Gunung Padang. Bisa jadi leluhur masyarakat sekarang, bisa juga kelompok yang sama sekali berbeda,” tambah Ali.
Magnet Wisata Dunia
Penelitian yang makin gencar otomatis mendongkrak daya tarik wisata. Dalam satu bulan terakhir, tercatat 2.400 pengunjung, termasuk 86 wisatawan asing dari Asia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika.
Yuda, sang juru pelihara situs, menyebut bahwa angka ini terus meningkat. Wisatawan asing biasanya datang akhir pekan, bercampur dengan rombongan domestik. Banyak dari mereka tahu tentang Gunung Padang lewat media sosial.
“Gunung Padang itu daya tarik global. Wisatawan asing sering menyebutnya lebih menakjubkan dari piramida Mesir,” ujar Yuda bangga.
Bagi warga sekitar, kehadiran wisatawan berarti berkah. Homestay, warung, dan usaha kecil tumbuh perlahan. Misteri kuno pun berubah menjadi sumber ekonomi masa kini.
Suara dari Wisatawan
Mansur, turis asal Pakistan, mengaku terkesima.
“Gunung Padang itu keajaiban manusia purba. Harusnya dipromosikan lebih gencar, karena layak jadi destinasi kelas dunia,” katanya.
Gunung Padang bukan sekadar situs batu. Ia adalah teka-teki purba, warisan dunia, dan magnet masa depan. Setiap undakan, setiap pilar, dan setiap lekuk batu seolah ingin menyampaikan pesan bahwa di tanah Sunda, pernah berdiri sebuah peradaban agung yang jejaknya masih berdenyut hingga kini. (tim-dens).











