Memperkuat PKBM: Langkah Strategis Pendidikan Non-Formal Menuju Kesejahteraan Merata di Cianjur

16 Feb 2026, 07:20:48 WIB PERISTIWA
Memperkuat PKBM: Langkah Strategis Pendidikan Non-Formal Menuju Kesejahteraan Merata di Cianjur

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, dan Ketua FK PKBM Cianjur, Deni Abdul Kholik, dalam acara pembukaan Program Kerja FK PKBM Tahun 2026, di Palace Hotel, Jumat, 13 Februari 2026.


Pinusnews.id - Pada Jumat, 13 Februari 2026, di Palace Hotel Cipanas digelar pembukaan Program Kerja Forum Koordinator Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK PKBM) Tahun 2026 oleh Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin dan Ketua FK PKBM Cianjur, Deni Abdul Kholik. Acara ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat ekosistem pendidikan non-formal di Kabupaten Cianjur.

Di tengah tantangan ketimpangan akses pendidikan formal, PKBM muncul sebagai solusi inklusif yang menargetkan masyarakat dewasa, pekerja informal, dan kelompok rentan yang terlewat oleh sistem sekolah konvensional.Tujuan utama acara ini adalah meningkatkan kualitas dan kapasitas PKBM dalam menyediakan layanan pendidikan non-formal.

Para narasumber hadir untuk membahas strategi peningkatan mutu PKBM serta pengembangan program kerja yang lebih efektif. Diskusi ini mencakup kurikulum adaptif, pelatihan pengelola, dan kolaborasi lintas sektor, yang semuanya dirancang untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat Cianjur, mulai dari keterampilan vokasi hingga literasi digital.

Baca Lainnya :

Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menekankan peran krusial pendidikan non-formal dalam membangun sumber daya manusia unggul. Beliau menyatakan, 

"PKBM memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutur Bupati Wahyu.

Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana PKBM bukan hanya alat pendidikan, tapi juga pendorong ekonomi lokal melalui pemberdayaan keterampilan yang langsung aplikatif.

Apresiasi Bupati terhadap pengelola PKBM Cianjur ini patut dicatat sebagai pengakuan atas dedikasi mereka. Beliau menyoroti kerja keras para pengelola dalam menjangkau masyarakat luas, meski sering kali dengan sumber daya terbatas.

"Kami akan terus mendukung dan meningkatkan program-program PKBM untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya. 

Komitmen ini menjanjikan alokasi anggaran daerah yang lebih besar, termasuk bantuan infrastruktur dan sertifikasi program.

Namun, untuk memastikan kinerja FK PKBM ke depan lebih terkontrol, diperlukan sistem monitoring berbasis data. Pemerintah daerah bisa menerapkan dashboard digital yang melacak indikator seperti jumlah peserta, tingkat kelulusan, dan dampak ekonomi pasca-pelatihan. Pendekatan ini akan mencegah duplikasi program dan memastikan efisiensi, sehingga anggaran tidak terbuang sia-sia.

Lebih lanjut, keterlibatan masyarakat paling bawah harus menjadi prioritas utama. FK PKBM Cianjur bisa mengadopsi model "PKBM Bergerak", di mana kelas belajar mobile menjangkau desa-desa terpencil atau permukiman kumuh di Cianjur. Program khusus untuk petani, nelayan, dan buruh harian—seperti pelatihan agribisnis berkelanjutan atau kewirausahaan mikro—akan membuat pendidikan non-formal benar-benar inklusif, menyentuh lapisan yang selama ini terpinggirkan.

Kolaborasi dengan swasta dan LSM juga krusial untuk memperluas jangkauan. Misalnya, kemitraan dengan perusahaan lokal untuk magang pasca-pelatihan akan meningkatkan employability peserta. Dengan mekanisme evaluasi tahunan yang ketat, FK PKBM Cianjur dapat menyusun roadmap 2026-2030 yang terukur, memastikan setiap rupiah menghasilkan dampak nyata bagi kesejahteraan.

Kegiatan dari acara pembukaan ini harus menjadi momentum transformasi. Dengan dukungan penuh dari Bupati Wahyu Ferdian dan strategi terkontrol ke depan, PKBM di Cianjur berpotensi menjadi model nasional pendidikan non-formal yang merata, membawa kesejahteraan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment