- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
- 1.546 Rumah Layak Huni, Harapan Baru Warga Cianjur
- Rekrutmen Planet Ban di Cianjur Dijadwalkan Ulang, Simak Jadwal Terbarunya
- Pelayanan Dekat, Aspirasi Terdengar: Bupati Cianjur Hadir di Rembug Warga Desa Cidadap
- Disnakertrans Cianjur Buka 14 Pelatihan Gratis untuk Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
- BAZNAS Bangun Rumah Layak Huni untuk Lim dan Solihin, Tempat Pulang yang Lebih Nyaman
- Hiring Day Cianjur Buka Peluang Kerja, Disnakertrans Perkuat Penempatan Pencari Kerja
- Ketua PSI Cianjur Minta Membaca Putusan MK dengan Utuh, Menjaga Politik Tetap Jernih
- DTPHP Cianjur Kawal Penyaluran Pupuk Subsidi, Serapan NPK Tembus 61 Persen
Media Monitoring Jadi Alat Humas untuk Respon Cepat Meluruskan Berita Negatif dan Hoaks
Oleh : tim dens

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Konten berita yang tidak akurat atau hoaks di media massa maupun media sosial dapat melemahkan kepercayaan publik terhadap reputasi penyelenggara negara.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Barat Adi Komar mengungkapkan, mengutip data Komdigi RI tahun 2024, terdapat ribuan konten hoaks di media sosial yang sering luput dari perhatian dan tidak segera diluruskan.
"Hoaks bukan hanya mengaburkan kebenaran, tetapi juga melemahkan kepercayaan, menimbulkan kebingungan, bahkan menghambat penyelesaian masalah jika tidak segera diluruskan," ujarnya dalam sambutan IKP Talks #7 "Pemetaan Isu & Opini Publik: Peran Media Monitoring Bagi Kehumasan Pemerintah Itu Penting", Kamis (31/7/2025).
Baca Lainnya :
- PLN ULP Tanggeung: Hindari Cuaca Ekstrem dan Jauhi Jaringan Listrik
- Pom Mini Hangus Terbakar dan Meledak di Sukaluyu
- Manajemen Qoha Ajak Patuhi Prokes 3M dan Konsumsi Air Minum Sehat
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
Adi menegaskan, perangkat humas pemerintah memiliki tanggung jawab menjaga persepsi publik tetap positif sekaligus mempertahankan reputasi pemerintah. Untuk itu, media monitoring menjadi kebutuhan strategis.
"Bukan sekadar mengetahui trending topic, tetapi humas harus mampu membuat strategi dan analisis untuk merespons cepat berbasis data. Jadi, kemampuan teknis dan strategi sangat penting," tegasnya.
Ia mengingatkan, setiap respons harus didukung data dan bukti yang jelas. Pemanfaatan teknologi terkini serta koordinasi antara provinsi, kabupaten, dan kota menjadi kunci agar informasi akurat dan terarah sampai ke masyarakat.
Dalam IKP Talks, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik media monitoring dari narasumber Virgana Targa Sapanji, Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Widyatama Bandung.
Virgana mendemonstrasikan pencarian berita viral menggunakan berbagai alat, mulai dari yang gratis seperti Google Trends dan Google News, hingga yang berbayar sesuai kebutuhan.
"Perangkat humas wajib memonitor berita, terutama yang berkaitan dengan pemberitaan lokal di daerah masing-masing. Reaksi pembaca atau netizen, khususnya yang negatif, harus segera ditangani," jelasnya.
Virgana menekankan pentingnya strategi komunikasi cepat ketika menghadapi komentar negatif di media sosial atau kanal resmi pemerintah. "Segera berikan jawaban, kontrol isu agar tidak meluas, dan buat strategi yang tepat," tambahnya.
Ia juga mengingatkan, media monitoring harus mencakup penelusuran berita terdahulu yang berpotensi muncul kembali terkait kasus terbaru. Konsistensi dalam pernyataan publik menjadi kunci agar tidak terjadi perbedaan informasi.
Kepala Bidang IKP Diskominfo Jabar Viky Edya berharap pengetahuan dari IKP Talks dapat diimplementasikan untuk memperkuat reputasi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Jawa Barat.











