- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
Makan Bergizi Gratis Harus Diselamatkan, Bukan Dikorbankan

Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Oleh: Torik Imanurdin, M.Pd. Anggota ICMI Orda Cianjur
Pinusnews.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah manifestasi dari ikhtiar negara dalam menjamin hak dasar anak-anak Indonesia untuk tumbuh sehat dan cerdas. Di tengah tantangan gizi buruk dan stunting yang masih menghantui banyak daerah, MBG hadir sebagai jawaban konkret atas kebutuhan mendesak masyarakat.
Namun, beberapa waktu terakhir, muncul desakan dari sebagian pihak agar seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ditutup, menyusul insiden keracunan makanan di beberapa titik. Sebagai warga Cianjur dan bagian dari komunitas intelektual Muslim, saya merasa perlu menyampaikan pandangan yang lebih jernih dan proporsional.
Baca Lainnya :
- Awas Copet di Angkot Cianjur Makin Menggila
- Giat Operasi Yustisi di Kawasan Wisata Cibodas, Cianjur
- Cianjur Tingkatkan Disiplin Prokes
- Giat Natur 2021, Polsek Warungkondang Dirikan Tiga Pos Pengamanan
- Peduli Sosial, Komunikasi di Cianjur Bagikan Masker dan Bersihkan Taman Kota
Kesalahan Tidak Layak Dihukum Secara Kolektif
Dalam prinsip keadilan, kesalahan harus ditangani secara spesifik dan proporsional. Menuntut penutupan seluruh SPPG karena kelalaian di satu atau dua titik adalah bentuk generalisasi yang tidak adil dan berpotensi merugikan ribuan anak yang selama ini mendapatkan manfaat nyata dari program MBG.
Kita tidak membubarkan sistem pendidikan karena satu sekolah gagal. Kita tidak menutup rumah sakit karena satu kasus malpraktik. Maka, menutup seluruh SPPG bukanlah solusi, melainkan bentuk kepanikan yang tidak berpijak pada nalar kebijakan publik.
Perbaikan Sistem, Bukan Pembubaran
Yang dibutuhkan saat ini adalah:
• Audit menyeluruh terhadap prosedur pengolahan dan distribusi makanan.
• Pelatihan ulang petugas dapur dan pengawasan ketat terhadap rantai pasok.
• Transparansi dan pelibatan masyarakat dalam pengawasan mutu pangan.
Dengan langkah-langkah tersebut, kita tidak hanya menyelamatkan MBG, tetapi juga meningkatkan kualitasnya sebagai program unggulan pemerintah.
MBG Adalah Investasi Bangsa
Anak-anak adalah investasi masa depan. Program MBG bukan sekadar urusan makan, tetapi bagian dari strategi pembangunan manusia Indonesia. Menutup SPPG berarti memutus akses gizi bagi anak-anak yang mungkin tidak mendapatkannya di rumah. Ini bukan hanya soal logistik, ini soal keadilan sosial.
sebagai bagian dari ICMI, saya percaya bahwa kebijakan publik harus berpijak pada ilmu, etika, dan keberpihakan kepada yg lemah. MBG adalah program yg baik, dan harus kita jaga bersama.











