- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Lonjakan Sampah Ramadan 20 Ton/Hari: Waktunya Cianjur Bersihkan Kebiasaan Buruk

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Bayangkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mekarsari di Cianjur yang biasanya menampung 200 ton sampah per hari dari limbah organik dan rumah tangga. Saat hari libur, angkanya melonjak hingga 400 ton. Kini, memasuki bulan Ramadan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur mencatat peningkatan mencapai 20 ton per hari. Lonjakan ini bukan sekadar angka, melainkan panggilan darurat bagi kita semua untuk bertindak bijak.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Limbah B3 DLH, Wandi, mengungkapkan fakta ini sebagai peringatan, karena tanpa kesadaran kolektif, penumpukan sampah bisa memburuk.
DLH Cianjur tak tinggal diam. Mereka memaksimalkan 24 armada pengangkut sampah dengan menambah ritase pengangkutan—satu rit ekstra dari lima kontainer berkapasitas empat ton masing-masing. Pengangkutan tetap mengikuti Surat Edaran Bupati Cianjur Nomor B/600.1.17.3/0040/DLH/03/2025.
Baca Lainnya :
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
Jadwal ketat diterapkan seperti penarikan sampah organik dan anorganik dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) pukul 20.00–23.00 dan 02.00–05.00, ditambah patroli mobil pukul 06.00–16.00. Penyimpanan sampah di TPS hanya boleh pukul 20.00–24.00. Upaya ini heroik, tapi keberhasilannya bergantung pada kita, warga.
Ramadan seharusnya bulan pembersihan jiwa, bukan membebani bumi. Makanan berbuka yang melimpah menghasilkan sisa organik lebih banyak, sementara kemasan tak terurai menumpuk. Bayangkan dampaknya, sungai tersumbat, TPA overload, dan kesehatan masyarakat terancam.
Contoh sederhana, jika setiap keluarga memilah sampah organik (untuk kompos) dan anorganik (untuk daur ulang), beban TPA bisa turun drastis. Ini bukan beban pemerintah saja—ini tanggung jawab kita. Membuang sembarangan bukan hanya melanggar aturan, tapi merusak rumah kita sendiri.
Warga Cianjur, mari ubah kebiasaan! Bawa sampah ke TPS terdekat tepat waktu: simpan pukul 20.00–24.00, biarkan armada angkut sisanya. Pilah sampah di rumah—organik ke satu kantong, anorganik ke yang lain. Libatkan keluarga, ajari anak-anak, dan ingatkan tetangga.
Ramadan ini, jadikan puasa kita termasuk puasa dari membuang sampah sembarangan. Bersama, kita bisa tekan lonjakan sampah dan ciptakan Cianjur lebih hijau. Ayo, mulai hari ini—lingkungan bersih dimulai dari tangan kita! (dens).











