- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Launching IAI Al-Azhary KH. Abdullah Bin Nuh Cianjur
Dr. Dadang Zenal Mutaqin, SH., M.Pd. dilantik jadi Rektor

Keterangan Gambar : Rektor Institut Agama Islam Al-Azhary KH. Abdullah Bin Nuh Poto bersama dengan tamu undangan.
Pinusnews.id Cianjur – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhary Cianjur resmi beralih status menjadi institut dengan nama Institut Agama Islam Al-Azhary KH Abdullah Bin Nuh Cianjur. Peresmian perubahan bentuk tersebut sekaligus dirangkaikan dengan pelantikan rektor dalam sebuah acara launching yang berlangsung pada Jumat (6/3/2026).
Alih status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 1666 Tahun 2025 tertanggal 27 Oktober 2025. Perubahan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan lembaga pendidikan Islam yang telah berdiri lebih dari empat dekade di Kabupaten Cianjur.
Baca Lainnya :
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
Rektor IAI Al-Azhary dalam pidato iftitahnya menyampaikan rasa syukur atas perubahan status tersebut. Ia mengapresiasi doa dan dukungan berbagai pihak yang telah membantu proses peningkatan status dari sekolah tinggi menjadi institut.
“Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT serta dukungan banyak pihak, kampus ini akhirnya dapat naik status menjadi institut,” ujarnya dalam sambutan.
Acara launching dan pelantikan rektor tersebut dihadiri berbagai unsur penting di Kabupaten Cianjur, di antaranya pimpinan Yayasan, Koordinator Kopertais Wilayah II Jawa Barat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cianjur seperti Bupati, Dandim, Kapolres, Ketua Pengadilan Negeri, Ketua Pengadilan Agama, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Ketua DPRD Cianjur.
Selain itu hadir pula sejumlah pimpinan instansi pemerintah seperti Kepala Kantor Kementerian Agama, perwakilan Kementerian Haji, Dinas Pendidikan, dan KCD Pendidikan. Turut hadir Ketua MUI Kabupaten Cianjur, para kepala SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah sebagai mitra pendidikan, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Persis, PUI, KB PII, KAHMI, dan IKA PMII.
Juga hadir dari organisasi kepemudaan seperti GPI, PII, HMI, dan PMII, perwakilan anggota DPRD Cianjur yang juga alumni STAI Al-Azhary, kalangan advokat dari organisasi Peradi dan KAI, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, serta mitra perbankan dari BSI KCP Cipanas.
Dalam acara tersebut juga dihadiri jajaran Senat IAI Al-Azhary, Dewan Penyantun, pimpinan kampus, dosen, serta staf akademik.
Dalam pidatonya, rektor juga memaparkan sejarah panjang lembaga tersebut. Kampus ini berdiri pada 1983 atas gagasan sejumlah ulama Cianjur, antara lain Prof. Nana Masduki, KH R. Abdul Halim, KH Abdul Qodir Rozi, KH Soleh Madani, Syech Ali Marta, KH Syafi, dan Ust. Abubakar. Pada awalnya lembaga tersebut bernama Fakultas Tarbiyah Al-I’anah (FAKTA), kemudian berubah menjadi STITA, hingga akhirnya pada 1995 menjadi STAI Al-I’anah Cianjur.
Saat ini IAI Al-Azhary memiliki lima program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Hukum Keluarga Islam (HKI), Ekonomi Syariah, Hukum Ekonomi Syariah, serta Program Pascasarjana PAI (S2). Kampus ini juga tengah menunggu izin dua program studi baru yaitu Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Komunikasi Penyiaran Islam Digital (KPID).
Dalam kesempatan tersebut, rektor menegaskan bahwa selama lebih dari 40 tahun Al-Azhary terus berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berakhlakul karimah dan berakidah kuat.
Menurutnya, di tengah perubahan sosial, ekonomi, politik, dan perkembangan teknologi yang pesat, lembaga pendidikan Islam harus tetap menjaga nilai-nilai moral, kebersamaan, dan kemanfaatan bagi masyarakat.
“Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujarnya.
Rektor berharap perubahan status menjadi institut dapat memperkuat peran kampus dalam mencetak generasi yang berilmu, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. (Iwan Fadwi)











