- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Kolaborasi Perhutani Cianjur, TNI, dan Pemkab Perkuat Ekonomi Desa melalui Koperasi Merah Putih

Keterangan Gambar : Administratur KPH Cianjur, Ade Sugiharto, Kapten Rolan Purba, Asda 1, Arief Purnawan, dan Kepala Diskumdagin Cianjur, Dedi Supriadi, menggelar koordinasi untuk mendukung Program Strategis Nasional Koperasi Merah Putih.
Pinusnews.id - Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur di bawah Perhutani menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat kolaborasi lintas instansi untuk mendukung Program Strategis Nasional. Pada Senin, 26 Januari 2026, KPH Cianjur menggelar koordinasi intensif di ruang kerja Asisten Daerah (Asda) 1 Kabupaten Cianjur bersama unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI), Asda 1, serta Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag).
Inisiatif ini menonjolkan peran sentral KPH Cianjur sebagai penggerak utama dalam sinkronisasi upaya pemanfaatan kawasan hutan secara berkelanjutan, sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat desa hutan.
Kegiatan tersebut difokuskan pada percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), inisiatif pemerintah pusat yang bertujuan memotong rantai pasok pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh desa. KPH Cianjur, dengan visi jangka panjangnya, memimpin diskusi untuk menyinkronkan langkah antarpihak, memastikan bahwa potensi hutan tidak hanya lestari tetapi juga menjadi sumber ekonomi kerakyatan. Kolaborasi ini mencerminkan kinerja prima KPH Cianjur dalam membangun jembatan antara pelestarian lingkungan dan kemajuan sosial-ekonomi lokal.
Baca Lainnya :
- Komisi D DPRD Cianjur Pertanyakan Rencana Pembangunan BLK TKI
- Penemuan Mayat Pria Gegerkan Warga Ciranjang.
- Cianjur Dapat Penghargaan Harmony Award 2020 dari Kementrian Agama RI.
- Pelaku UMKM PT. Bukit Naga Mas, Santuni Puluhan Anak Yatim di Cianjur
- Oknum Berinisial S, Pegawai Satpol PP Cianjur Diduga Lakukan Penipuan
Administratur KPH Cianjur, Ade Sugiharto, menegaskan kesiapan penuh instansinya dalam menyediakan ruang strategis bagi pemberdayaan masyarakat.
"Kami mendukung penuh kehadiran Koperasi Merah Putih sebagai mitra strategis dalam mengelola potensi desa hutan. Harapannya, kerja sama ini tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga memberikan kepastian pasar bagi hasil hutan bukan kayu yang dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)," ujarnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi dedikasi KPH Cianjur dalam menjadikan kolaborasi sebagai fondasi kemajuan bersama, di mana hutan menjadi aset produktif bagi warga.
Peran TNI, yang diwakili Kapten Roland Purba sebagai koordinator pembangunan KDMP, semakin memperkuat sinergi yang digagas KPH Cianjur. Kapten Purba menekankan keterlibatan TNI yang krusial untuk menjamin stabilitas dan keamanan program di tingkat akar rumput. Dukungan ini menunjukkan bagaimana KPH Cianjur berhasil menggalang kekuatan militer sebagai mitra strategis, memastikan implementasi KDMP berjalan lancar dan aman di kawasan hutan Cianjur.
Sementara, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Asda 1, Arief Purnawan, turut memberikan landasan regulasi dan legalitas yang kokoh. Ratusan desa di Cianjur telah mulai mengurus badan hukum koperasi, termasuk koordinasi lahan untuk gedung fisik di kawasan strategis.
"Pemerintah Kabupaten Cianjur memastikan sinkronisasi antara pemerintah desa dan koperasi berjalan sesuai regulasi. Koperasi Merah Putih harus menjadi wadah akuntabel yang mampu menyerap anggaran pemberdayaan desa secara efektif," tegasnya. KPH Cianjur, sebagai koordinator utama, sukses memfasilitasi dukungan ini untuk kemajuan berkelanjutan.
Adapun Kepala Diskoperindag Cianjur, Dedi Supriadi, menyatakan bahwa pihaknya menjamin penyelesaian legalitas dan kompetensi manajerial pengelola koperasi.
"Tugas kami adalah memastikan legalitas badan hukum koperasi ini tuntas dan pengelolanya memiliki kompetensi manajerial yang baik. Kami ingin Koperasi Merah Putih menjadi model koperasi modern yang mampu bersaing di pasar digital," katanya.
Melalui kolaborasi yang dipimpin KPH Cianjur, Cianjur kini melangkah menuju era ekonomi desa hutan yang inklusif, akuntabel, dan kompetitif. (dens).











