- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
- Pelantikan 19 Pejabat di Cianjur: Percepat Pelayanan dan Hadirkan Program Nyata
- Sekda Herman : Mendongeng Jadi Ruang Ciptakan Generasi Unggul
- Campakamulya Tampil Memukau di Karnaval Cianjur Fest: Mapag Panen Pare Hideung
Ketua DPRD Cianjur: Panen Raya Kopi Memadu Ekonomi Petani, Pelestarian Hutan, dan Budaya Lokal

Keterangan Gambar : Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Metty Triantika, pada salah satu momen Panen Raya Kopi Cianjur 2026.
Pinusnews.id - Panen Raya Kopi Cianjur 2026 menghadirkan wajah baru pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Cianjur, yaitu sinergi antara pertanian, pelestarian lingkungan, dan kebudayaan. Kegiatan yang berlangsung di Kampung Babakan Sumedang, Desa Pakuon, Kecamatan Sukaresmi itu tidak hanya merayakan hasil panen, tetapi juga menegaskan peran kopi sebagai komoditas unggulan yang dapat menguatkan ekonomi masyarakat tanpa mengorbankan kelestarian alam.
Acara ini diselenggarakan oleh Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia dengan dukungan Kopi Sarongge, Yayasan Prakarsa Hijau Indonesia, dan sejumlah mitra lain yang fokus pada pemberdayaan petani hutan. Rangkaian kegiatan mempertemukan petani kopi, kelompok tani hutan, pemerintah daerah, dunia usaha, pegiat lingkungan, dan pelaku budaya.
Baca Lainnya :
- Oknum Catut Nama Bupati Cianjur untuk Menipu Pemilik Pontren
- Anggota DPRD Cianjur Sahli Saidi : Bubarkan Supplier BPNT dan E-warung
- Orang Misterius Bacok Deri Sampai Tangannya PutusÂ
- PT. SAC Bantu Pemerintah dalam Program Usaha Petani Porang di Cianjur
- 60 Pasien ODGJ Yayasan Rumah Pulih Jiwa Telah Sembuh, Tapi Pemda Cianjur Tutup Mata
Pertemuan lintas-pihak tersebut dimaksudkan untuk memperkuat jejaring pemasaran sekaligus mempromosikan praktik pertanian yang ramah lingkungan.
Panen Raya digelar sehari setelah peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sehingga momentum itu dimanfaatkan untuk menegaskan pesan konservasi. Selain panen bersama, acara diisi arak-arakan hasil panen, ritual panen raya, penyerahan bibit pohon, dan penanaman pohon bersama. Kegiatan kebudayaan seperti pertunjukan seni dan tradisi makan bersama murak timbel menambah nuansa lokal yang melekat pada perayaan ini.
Ketua DPRD Kabupaten Cianjur, Ir Hj Metty Triantika, MT., memberikan apresiasi atas penyelenggaraan acara yang menggabungkan unsur ekonomi dan konservasi. Menurutnya, Panen Raya Kopi Cianjur bisa menjadi contoh nyata pembangunan yang menyeimbangkan kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam. “Panen raya seperti ini menjadi contoh baik bagaimana masyarakat dapat membangun ekonomi sekaligus menjaga alam," ujarnya.
Metty juga memuji peran para penyelenggara dan mitra yang hadir dalam acara tersebut. “Saya mengapresiasi Kopi Sarongge, Yayasan Prakarsa Hijau Indonesia, Yayasan Kebudayaan Lokatmala Indonesia, dan seluruh pihak yang terlibat karena mampu menghadirkan kegiatan yang menyatukan budaya, konservasi, dan kesejahteraan petani,” imbuhnya.
Pernyataan Ketua DPRD Cianjur di atas tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha, dan pemerintah dalam upaya pengembangan komoditas lokal.
Kegiatan Panen Raya Kopi Cianjur 2026 bukan sekadar perayaan panen; ia menjadi laboratorium sosial untuk menguji model pemberdayaan berbasis sumber daya lokal dan konservasi hutan. Dengan keberlanjutan sebagai fokus, model ini berpotensi direplikasi di wilayah lain yang memiliki komoditas andalan dan kearifan lokal serupa, sehingga kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan. (dens).











