- Dirut Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Air Bersih Bagi Masyarakat
- Ruhli Solehudin: Revitalisasi Pendidikan Cianjur, Transparansi dan Komitmen Masa Depan Cerah Siswa
- Panggilan Ketua Masjid Agung Cianjur: Jaga Persatuan Umat dari Ancaman Provokasi
- Hadiri Peringatan Hari Buruh, Presiden Prabowo Tegaskan Keberpihakan Negara pada Pekerja
- Cepi R Fadiana: Perkim Cianjur Dirikan Bangunan Hunian Layak: Rp1,8 Miliar untuk 63 Rumah Baru di 20
- Eri Rihandiar: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PUTR Cianjur Benahi Irigasi dan Pola Tanam Adaptif
- Sinergi Pendidikan: STAI Al-Ittihad dan Pemerintah Cianjur Bangun Kolaborasi Strategis
- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
Kepala DPPKBP3A Cianjur Mutawali: Susan Peka Antisipasi Kasus Kekerasan Terhadap Anak

Keterangan Gambar : Kepala DPPKBP3A Kabupaten Cianjur Amad Mutawali, saat memberikan keterangan kepada awak media.
Pinusnews.id - Kasus kekerasan terhadap anak di Kabupaten Cianjur masih sangat tinggi. Untuk melakukan pencegahan Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur meluncurkan program Susan Peka (Sistem Urusan Pelaporan Kekerasan Terhadap Anak) dan mencanangkan sekolah ramah anak.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Cianjur, Amad Mutawali, selama 2023, jumlah kekerasan terhadap anak terdata sekitar 62 kasus, dan angka tersebut dinilai tergolong tinggi.
"Dari sisi laporan memang cukup tinggi angkanya. Tahun kemarin saja tercatat ada 62 kasus," ungkap Mutawali.
Baca Lainnya :
- Maju di Pilkada 2024, Bupati Cianjur Herman Suherman Daftar ke PDI Perjuangan
- Kemenkes Susun RPJMN untuk Mencapai Target Kesehatan Masa Depan
- Kata Bupati: 2 Minggu Lagi 800 Miliar Bantuan Ditransfer ke Pemkab Cianjur untuk Penyintas Korban Ge
- Kini Ada 45 Desa di Cianjur Menyandang Status Desa Mandiri
- Bupati Cianjur: Tingkatkan Kewaspadaan Menghadapi Berbagai Potensi Bencana
Jenis kekerasan yang dialami anak di antaranya korban perundungan (bullying), seksual, serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). DPPKBP3A berupaya mengadvokasi kasus tersebut sebagai bentuk penyelesaian.
"Ada yang diselesaikan kekeluargaan, ada juga melalui jalur hukum," imbuhnya.
Namun, kasus kekerasan terhadap anak biasanya diibaratkan fenomena gunung es. Artinya, tak semua korban kekerasan mau melaporkan karena dianggap aib atau tabu.
"Untuk mengatasi hal itu kami meluncurkan program berupa aplikasi bernama Susan Peka atau Sistem Urusan Pelaporan Kekerasan Terhadap Anak. Sekaligus juga mencanangkan sekolah ramah anak serta pelantikan pengurus Forum Anak Daerah periode 2024-2026," jelasnya.
Menurut Mutawali, aplikasi Susan Peka pada prinsipnya untuk mendorong kesadaran pelaporan dari masyarakat seandainya terjadi kasus kekerasan. Dengan adanya aplikasi itu maka memudahkan penanganan dan pelayanan yang bisa diakses masyarakat.
"Peran Forum Anak Daerah kita optimalkan juga. Perannya sangat penting karena Forum Anak Daerah itu bisa jadi pelopor juga pelapor. Pelopor karena mereka bisa jadi contoh, sedangkan pelapor, mereka yang melaporkan kasus kekerasan," terangnya.
Peran sekolah ramah anak juga terus dioptimalkan untuk membangun kolaborasi, sehingga bisa meminimalkan angka kekerasan. DP2KBP3A berupaya memaksimalkan penyelesaian dan pencegahan.
"Semua pihak harus terlibat menyelesaikan dan mencegah kasus kekerasan terhadap anak," tutup Mutawali kepada awak media, belum lama ini di Cianjur. (dens).











