- Bapenda Cianjur dan Strategi Pepeling: Permudah Pembayaran, Genjot Pendapatan
- DPMPTSP Cianjur Siapkan Strategi RUPM untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
- Pemerintah Larang Operator Hilangkan Sisa Kuota Internet Pelanggan
- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
Kepala Dinas Kesehatan Cianjur Yusman Faisal: Penyakit Jantung Koroner Masih jadi Pembunuh Nomer Sat

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Penyakit jantung hingga saat ini masih menempati urutan pertama penyebab kematian tertinggi di Indonesia bahkan di dunia.
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit jantung koroner dan stroke menyumbang 16 persen dari penyebab kematian.
Oleh sebab itu, Pemkab Cianjur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus berupaya mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat agar terhindar dan mencegah penyakit jantung.
Baca Lainnya :
- Waspada, Positif Covid-19 di Cianjur Melonjak Drastis
- Kepala Puskesmas Cikalongkulon Cianjur Terpapar Covid-19
- Bhabinkhamtibmas Desa Sukamaju Cianjur Pasang Maklumat Kapolri Hingga Antisipasi C3
- Secara Kontinyu, Polsek Campaka Semprotkan Disinfektan di Titik Rawan Penyebaran Covid-19
- Tidak Memakai Masker, Puluhan Warga Pagelaran Cianjur Terjaring Ops Yustisi
Terkait soal penyakit jantung koroner, Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal mengatakan, Hari Jantung Sedunia merupakan momentum tepat mensosialisasikan pengetahuan seputar penyakit jantung kepada masyarakat. Terutama pemahaman cara pertolongan pertama.
“Diketahui sampai saat ini serangan jantung atau penyakit jantung koroner masih menjadi pembunuh nomor satu di dunia. Penyakit itu berbahaya sekali, tapi bisa dicegah dan bisa dikenali dari awal,” ujar Yusman usai memperingati Hari Jantung Sedunia yang dilaksanakan di Lapang Prawatasari, Minggu, 22 September 2024.
Selain itu Yusman Faisal juga menambahkan, untuk mencegah agar tidak terjadi penyakit jantung, masyarakat diminta terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Yaitu, cek kesehatan secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin beraktivitas fisik atau olah raga, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
“Upayakan Hindari kebiasaan-kebiasan buruk yang bisa memicu terjadinya serangan jantung,” tegas Yusman. (dens).











