- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
KDM Prioritaskan Pembangunan Tajug untuk Perkuat Spiritualitas Warga.

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Foto Humas Jabar).
Pinusnews.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat bakal memprioritaskan pembangunan tajuk atau masjid berukuran kecil di daerah-daerah. Hal itu dilakukan sebagai sarana spiritualitas warga dalam setiap saat.
Demikian dikemukakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam acara "Peringatan Hari Besar Islam Muharram 1448 Hijriyah" dengan tema: Menguatkan Cinta Islam dan Islam Cinta di 1448 H, di Ruang Utama Masjid Raya Al-Jabbar, Selasa 9 Juni 2026.
“Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya dalam setiap waktu. Kan kalau masjid-masjid yang megah sudah banyak di Jawa Barat,” ucap KDM, sapaan Dedi Mulyadi.
Baca Lainnya :
- Wilman Singawinata, Wakil Ketua DPRD Cianjur : Pilih BUMDes Jadi Supplier
- Hujan Es Diiringi Angin Kencang Hantam Rumah Penduduk
- Oknum Catut Nama Bupati Cianjur untuk Menipu Pemilik Pontren
- Anggota DPRD Cianjur Sahli Saidi : Bubarkan Supplier BPNT dan E-warung
- Orang Misterius Bacok Deri Sampai Tangannya PutusÂ
Menurut KDM, secara bertahap dan terintegrasi dengan bantuan semua pihak akan mengembangkan tajuk yang ada dilingkungan masyarakat. Dengan begitu tajuk yang ada tidak perlu lagi ada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang baru.
“Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak ngaji, tempat ibadah rakyat di situ," kata pria yang identik dengan iket putih itu.
Ia menilai bahwa saat ini terjadi pergeseran pemanfaatan masjid, dari tempat tafakur, bersujud, membangun hubungan spiritualitas antara manusia sebagai mahluk dengan Allah berubah menjadi sarana rekreasi.
“Kalau masjid sarana rekreasi bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan akan menjadi tempat selfie bukan tempat tafakur,” katanya.
KDM menyatakan bahwa esensi ibadah terletak pada hubungan seseorang dengan Tuhannya dan bukan pada kemegahan tempat yang dikunjungi.
“Bertafakur bisa dilakukan di mana saja. Bertafakur di kamar tidur, surau kecil, bawah pohon, tepi sawah, tepi danau, pinggir gunung, tepi samudra. Tempat tak ada makna, yang paling utama adalah keheningan jiwa untuk mampu menghadirkan Tuhan dalam relung jiwa,” pungkas nya.(Jabarprov.go.id-dens).











