- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Jembatan Gantung Putus Akibat Banjir, Siswa SMP di Cianjur Terpaksa Jalan Kaki 5 Km ke Sekolah

Keterangan Gambar : Jembatan yang putus hingga sejumlah siswa terpaksa bejalan kaki 5 km untuk pergi ke sekolah, di Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur.
Pinusnews.id - Keberadaam sejumlah siswa SMP dari dua desa di Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, terpaksa menempuh jarak hampir lima kilometer untuk menuju sekolah mereka. Hal ini terjadi setelah jembatan gantung penghubung antar desa rusak parah akibat meluapnya Sungai Cibuni pada Selasa (11/11/2025).
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin, menjelaskan bahwa belasan siswa asal Desa Rawagede dan Karangtengah tidak bisa lagi melewati jembatan tersebut untuk menuju ke sekolah di Desa Pageurmaneuh.
"Biasanya mereka menggunakan jembatan gantung ini karena jaraknya jauh lebih dekat ke sekolah. Sekarang mereka harus menempuh rute memutar hampir lima kilometer agar bisa sampai," ujar Helmi kepada awak media.
Baca Lainnya :
- Komunitas UMKM PT. Bukit Naga Mas Beri Bantuan ke Yayasan, Fakir Miskin dan Duafa
- Samsat Cianjur Tutup, 2 Januari 2021 DibukaÂ
- Plh. Sekda Cianjur Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2021
- Nah Ini Dia, Cianjur Terima Bantuan Keuangan dari Provinsi
- Covid-19 Makin Merajalela, KBM di Cianjur Terancam Ditunda
Meski menghadapi kendala tersebut, para siswa masih tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar. "Kami sudah meminta pihak sekolah agar memaklumi jika ada siswa yang datang terlambat karena hambatan tersebut," tambah Helmi.
Kepala Desa Pageurmaneuh, Dodi Agusti Romdon, menegaskan tidak ada korban jiwa atau luka akibat meluapnya Sungai Cibuni. Namun, jembatan penghubung antar Desa Pageurmaneuh, Karangtengah, dan Rawagede terputus dan tidak bisa dilewati lagi.
Disebutkan, solusi cepat dan jangka panjang untuk mempermudah kembali akses siswa ke sekolah yaitu dengan penyediaan transportasi alternatif: Pemerintah daerah dan sekolah dapat segera mengatur kendaraan operasional seperti mobil pick-up atau sepeda motor roda tiga untuk mengantar-jemput siswa dari desa yang paling terdampak menuju titik terdekat yang bisa dilalui.
Kemungkinan lainnya adalah dengan pembuatan jembatan darurat: Dalam waktu sesingkat mungkin, pembangunan jembatan darurat dari material sederhana seperti bambu atau besi ringan dapat dilakukan untuk memperpendek jarak tempuh siswa.
Solusi lainnya adalah mendukung pembelajaran daring sementara: Sekolah dapat memperkuat program pembelajaran jarak jauh (online) atau pembelajaran di rumah apabila kondisi cuaca dan akses sangat sulit, sehingga siswa tidak ketinggalan materi.
Kemudian langkah selanjutnya adalah percepatan pembangunan jembatan permanen: Dinas terkait diminta mempercepat perbaikan atau pembangunan jembatan permanen yang lebih kokoh dan tahan terhadap banjir untuk membuka akses jangka panjang.
Lebih dari juga sangat dimungkinkan upaya ini dengan melibatkan warga desa sekitar untuk turut membantu menjaga dan memantau kondisi jembatan serta membantu siswa dalam akses sehari-hari, misalnya bergantian mengantar penyeberangan.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat segera mengurangi beban siswa dan menjamin kelangsungan pendidikan di wilayah terdampak. (dens).











