- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
IKA UPI Kritik Rencana Pembelajaran Online Imbas Krisis Energi Global, Dorong Pedagogi Hijau

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Pendidikan
Indonesia (IKA UPI) mengkritik rencana pemerintah untuk menerapkan kebijakan
pembelajaran daring dalam rangka penghematan energi sebagai dampak dari
Baca Lainnya :
- Rapat Forkopimda dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Cianjur
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
krisis energi global yang dipicu perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
Pratikno menyebutkan salah satu strategi utama penghematan energi yaitu penyesuaian metode pembelajaran daring dan luring sesuai karakteristik mata
pelajaran.
IKA UPI menilai pengalihan pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi pembelajaran daring (online) dengan alasan penghematan energi dapat berakibat
pada penurunan kualitas hasil belajar siswa. Alasannya, metode ini secara faktual
tidak sepenuhnya efektif untuk mendorong siswa-siswa giat belajar dan mencerna materi pelajaran dengan baik.
IKA UPI menilai kebijakan tersebut dapat mengakibatkan penurunan kualitas pendidikan untuk membangun generasi cemerlang di masa depan. Efisiensi anggaran untuk mengurangi beban fiskal yang berat seyogianya tidak mengorbankan dunia pendidikan.
Ketua Umum PP IKA UPI Amich Alhumami menegaskan bahwa pengalaman pahit selama pandemi Covid-19 telah memberikan bukti empiris mengenai ketidakefektifan pembelajaran daring, karena tidak dapat menggantikan peran sekolah fisik.
"Terjadi learning loss yang sangat signifikan. Sekolah bukan sekadar
tempat belajar dan medium transfer materi pelajaran, tetapi ruang interaksi sosial
untuk penanaman karakter, disiplin, dan etika yang mustahil dilakukan melalui
layar kaca," ungkap Amich.
IKA UPI menyoroti tiga dampak krusial jika wacana ini direalisasikan. Pertama, ancaman kesehatan mental dan adiksi digital. Kurangnya interaksi sosial memicu peningkatan stres dan kesepian pada anak.
Selain itu, memaksa anak terus berada di depan gawai justru menjauhkan mereka dari buku dan kreativitas nyata, di tengah perjuangan global membatasi screen time anak.
“Bagi siswa, pembelajaran online akan menciptakan digital fatigue—situasi psikologis, kelelahan mental dan fisik akut akibat penggunaan perangkat teknologi digital dalam waktu sangat lama. Kondisi ini mengantarkan pada cognitive overload yang kontraproduktif terhadap upaya peningkatan kualitas hasil belajar,” tegas Amich.
Kedua, ketimpangan akses. Indonesia masih menghadapi masalah kesenjangan teknologi (technology divide) dan ketimpangan digital (digital gap) yang nyata di banyak wilayah. Bila kebijakan ini diterapkan, maka akan semakin memperlebar disparitas layanan pendidikan antara wilayah perkotaan, perdesaan, pelosok, dan daerah 3T, yang belum tersedia infrastruktur teknologi digital yang memadai.
Pada bagian lain disebutkan, pengalaman pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19 menunjukkan beban biaya juga tergolong mahal, yang tidak terjangkau oleh siswa-siswa dari keluarga tidak mampu.
Ketiga, meluruskan logika efisiensi. Logika penghematan subsidi energi (BBM) tidak tepat bila harus juga menimpa dunia pendidikan. Penutupan sekolah yang kemudian digantikan dengan pembelajaran daring pada masa pandemi Covid-19, berkontribusi langsung pada learning loss yang sangat signifikan (hasil PISA 2022 menurun tajam).
“Berbagai studi seperti Hanushek & Woessmann pada 2020 lalu menunjukkan bahwa setiap bulan terjadi kehilangan pembelajaran, berisiko menurunkan pendapatan individu di masa depan sebesar 3-5 persen. Dalam jangka panjang, learning loss justru membawa dampak kerugian produktivitas nasional yang jauh lebih besar daripada nilai subsidi BBM yang dihemat,” ungkapnya.
Pedagogi Hijau IKA UPI mendesak pemerintah untuk tetap menjaga "nyawa" pendidikan di sekolah dan tidak mengorbankan sektor pendidikan setiap kali terjadi krisis energi. Sebagai solusi konstruktif, IKA UPI mengusulkan “Gerakan Sekolah Mandiri Energi” atau “Pedagogi Hijau”.
“Jika bertujuan hemat BBM, jangan mengganti sekolah fisik dengan pembelajaran daring. Dorong siswa dan pengajar bersepeda atau berjalan kaki bagi yang jarak rumah-sekolah memungkinkan. Ini solusi paling logis dan rasional: hemat energi, menyehatkan fisik, dan membangun karakter mandiri,” tambahnya.
Tentang IKA UPI Ikatan Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (IKA UPI) merupakan satu-satunya organisasi alumni UPI yang berdiri pada 20 Oktober 1959 di Bandung. IKA UPI tercatat sebagai organisasi berbadan hukum perkumpulan berdasarkan SK Menteri Hukum dan HAM No. AHU-68.AH.01.06. Tahun 2008.
IKA UPI didirikan dengan tujuan mewujudkan organisasi alumni UPI sebagai organisasi yang solid dan sinergis serta terkait dengan seluruh upaya peningkatan kualitas hidup anggota, organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara Indonesia. IKA UPI berkomitmen mengawal kebijakan pendidikan nasional demi tercapainya visi Generasi Emas 2045.
Dalam beberapa tahun terakhir, IKA UPI fokus pada peningkatan layanan kepada alumni dan mendorong terjalinnya sinergi antara alumni dengan almamater. IKA UPI terlibat aktif dalam kajian dan advokasi terhadap kebijakan pendidikan, baik di lokal maupun nasional. Dalam hal ini,
IKA UPI memprakarsai terbangunnya simpul kolaborasi nasional organisasi alumni lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) yang concern pada isu-isu aktual pendidikan, salah satunya rancangan undang-undang sistem pendidikan nasional. IKA UPI juga menjadi bagian dari Perkumpulan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia
(Himpuni). (Torik Imanurdin).











