- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Guru Bukan Beban, Melainkan Investasi Bangsa
.jpg)
Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.
Oleh: Torik Imanurdin, M.Pd.
(Alumnus Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia)
Pinusnews.id - Belum lama ini publik diramaikan dengan pernyataan Menteri Keuangan, Ibu Sri Mulyani, yang menyebut gaji guru sebagai beban negara. Seketika masyarakat bereaksi keras, sebab kata beban sering kita pahami sebagai sesuatu yang merepotkan, memberatkan, bahkan mengganggu.
Baca Lainnya :
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
Namun, jika kita menelaah lebih dalam, istilah beban yang dimaksud oleh Menteri Keuangan bukanlah "beban" dalam arti negatif. Dalam dunia akuntansi, kata beban berarti pengeluaran atau biaya rutin yang memang harus dikeluarkan pemerintah untuk menjalankan fungsinya. Artinya, gaji guru masuk dalam kategori belanja negara yang wajib dipenuhi, sama seperti biaya kesehatan, subsidi, atau pembangunan infrastruktur.
Di sinilah letak persoalannya: kata yang dalam akuntansi bersifat teknis ternyata ditangkap secara emosional oleh masyarakat. Padahal, justru dengan menyebutnya sebagai beban anggaran, negara menegaskan komitmennya untuk terus mengalokasikan dana besar bagi pendidikan.
Guru bukanlah beban dalam arti yang menyulitkan negara. Sebaliknya, guru adalah investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi mendatang. Apa jadinya negeri tanpa guru? Apa mungkin ada dokter, insinyur, atau pejabat publik tanpa peran guru yang membimbing sejak dasar?
Kita memang perlu cermat dalam memahami bahasa. Tidak semua kata bermakna sama di setiap bidang. Istilah teknis dalam akuntansi tidak selalu sejalan dengan makna populer di masyarakat. Oleh karena itu, mari kita tempatkan ucapan tersebut pada konteksnya, sembari terus mendorong agar penghargaan terhadap guru bukan hanya sekadar istilah, melainkan diwujudkan dalam kesejahteraan yang nyata.
Guru bukan beban. Guru adalah pilar bangsa.











