- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Gunakan Alat Perebah Kurban, Penyembelihan Lebih Cepat dan Aman

Keterangan Gambar : Panitia pelaksana kurban Masjid Jami Al Muhajirin, BTN Griya Joglo, tidak sulit lagi memotong hewan kurban karena telah memakai APK.
Pinusnews.id - Tiga pria memegang seekor sapi dan menggiringnya ke halaman Masjid Jami Al Muhajirin di Kompleks BTN Griya Joglo, Kelurahan Sawah Gede, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur pada momen Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah.
Sesampainya di halaman masjid, sapi langsung dimasukkan ke dalam sebuah Alat Perebah Kurban (APK) yang terbuat dari besi.
Dengan sigap beberapa petugas memasangkan sabuk di bagian badan dan kaki sapi lalu mengikatnya ke alat tersebut.
Baca Lainnya :
- Bupati Herman Suherman Shalat Idul Adha di Alun-Alun Cianjur
- Bupati Cianjur Serahkan Bantuan Alsintan Traktor Roda Dua Kepada Petani
- Dirut RSUD Sayang Cianjur dr Irvan Nur Fauzy Bicara Tentang Hari Lansia, Ini Harapannya
- Warga Sindangbarang-Cidaun Bangun Jembatan Demi Kepentingan Pendidikan dan Ekonomi
- Dinas Kesehatan Cianjur Laksanakan Kegiatan Donor Darah
Setelah dirasa aman, engsel alat tersebut dibuka dan dengan perlahan sapi direbahkan, disembelih, lalu kemudian digeser menggunakan rel ke pemotongan. Semua proses tersebut terbilang cepat. Berbeda dengan proses pemotongan hewan kurban pada umumnya yang membutuhkan waktu lama. Apalagi ketika hewan kurban mengamuk.
"Sebelum ada APK ini, waktu yang dibutuhkan untuk menyembelih lebih dari sekitar 30 menit,” ujar ketua panitia kurban Masjid Al Muhajirin, Septia Priatna kepada awak media usai menyembelih sapi kurban pada Senin, 17 Juni 2024.
Selain masalah waktu, sebelum ada alat tersebut, butuh banyak petugas untuk mengikat dan merebahkan sapi. Ada kalanya tenaga para petugas kalah dan sapi pun kabur.
"Dulu untuk memotong satu ekor sapi aja dibutuhkan 5 hingga 6 orang petugas. Apalagi kalau sapinya besar dan ngamuk bisa sampai 10 orang untuk merebahkan sapinya," ujar Septia.
Septia menjelaskan, ide menggunakan APK ini berawal pada 4 tahun lalu memotong sapi kurban itu memerlukan waktu lama apalagi kalau yang dipotongnya banyak ditambah petugas juga harus banyak. Kemudian kami browsing di google dan menemukan APK.
"Setelah kami menemukan APK dan Covok kemudian kami musyawarah dengan warga langsung membeli APK nya. Pengurus DKM kemudian memodifikasinya kembali untuk menyesuaikan dengan tempat yang akan dijadikan pemotongan," ungkap Septia.
Dengan alat bantu ini, sapi diam dan lebih tenang. Proses penyembelihan hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit yang sebelumnya 30 menit untuk satu ekor sapi. Untuk tahun ini Masjid Al Muhajirin akan memotong 9 ekor sapi dan 3 ekor domba kurban. (tim).











