- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Gebyar Muharam 1448 H di Cianjur: Pawai Obor, Istighosah, dan Semangat Hijrah untuk Kebersamaan

Keterangan Gambar : Keterangan foto: Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian-Wakil Bupati Cianjur Ramzi, saat mengikuti pawai obor, Ketua Panitia Gebyar Muharam 1448 H Cianjur Era Baru, Selamet Riyadi, dan persiapan istighosah.
Pinusnews.id - Peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Kabupaten Cianjur berlangsung meriah pada Senin, 15 Juni 2026. Sejak sore, Lapangan Joglo–Prawatasari dipenuhi warga yang ingin menyaksikan rangkaian kegiatan yang digelar pemerintah daerah. Suasana menjadi hangat saat ratusan peserta memadati barisan pawai obor, yang menjadi magnet utama acara malam itu dan menarik perhatian masyarakat luas.
Ketua panitia, Selamet Riyadi, menjelaskan bahwa rangkaian pawai obor bergerak dari Lapangan Joglo–Prawatasari menuju halaman Pendopo Pemerintah Daerah Cianjur, di mana acara dilanjutkan dengan istighosah sebagai puncak kegiatan.
“Peserta Pawai Obor tersebut seperti dari Forkopimda, instansi pusat, perangkat daerah, kecamatan, BUMD, ormas/lembaga keagamaan Islam, dan perwakilan warga dari kecamatan sekitar Cianjur kota,” kata Selamet usai acara istighosah, Senin malam.
Baca Lainnya :
- Astakira Jemput Pekerja Migran yang Depresi di Arab Saudi
- Wilman Singawinata, Wakil Ketua DPRD Cianjur : Pilih BUMDes Jadi Supplier
- Hujan Es Diiringi Angin Kencang Hantam Rumah Penduduk
- Oknum Catut Nama Bupati Cianjur untuk Menipu Pemilik Pontren
- Anggota DPRD Cianjur Sahli Saidi : Bubarkan Supplier BPNT dan E-warung
Keberagaman peserta menunjukkan upaya bersama antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat untuk merayakan momentum Muharam dengan penuh kebersamaan. Kehadiran unsur pemerintahan dan elemen masyarakat menjadi penegas bahwa perayaan religius di Cianjur dipandang sebagai ruang publik untuk mempererat hubungan sosial dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain pawai obor dan istighosah, penyelenggara juga menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan yang menyasar kelompok berbeda, mulai lomba kostum tokoh Islam, penampilan paduan suara PAUD Quran juara tingkat nasional, hingga santunan untuk anak yatim piatu. Ragam program ini memperlihatkan perhatian pada pendidikan agama sejak dini, penghargaan terhadap seni religi, dan kepedulian sosial kepada mereka yang kurang beruntung.
Acara juga membuka ruang bagi tumbuhnya ekonomi lokal melalui bazar UMKM yang ikut memeriahkan suasana. Kehadiran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah memberi sentuhan pragmatis pada peringatan religius—selain sebagai perayaan spiritual, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mendorong perputaran ekonomi lokal dan memperkenalkan produk masyarakat Cianjur.
Tema acara, "GEBYAR MUHARAM 1448 H CIANJUR ERA BARU. Hijrah ngawangun ahlak, ngaraksa budaya, ngarajut ukhuah Islamiyyah," menjadi penutup reflektif yang menegaskan niat kolektif untuk memperbaharui diri secara moral, melestarikan budaya lokal, dan merajut kembali ukhuwah antarwarga.
Dari rangkaian acara pawai obor hingga santunan dan bazar, perayaan ini menunjukkan bahwa makna hijrah di Cianjur dipahami tidak hanya sebagai perjalanan spiritual individu, tetapi juga sebagai upaya bersama membangun komunitas yang lebih kuat. (dens).











