- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
dr. Yusman Faisal: 4 Rumah Sakit di Cianjur Kekurangan 15 dokter Spesialis

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dr. Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Empat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemerintah Kabupaten Cianjur masih menghadapi krisis tenaga medis, khususnya dokter spesialis.
Hingga pertengahan tahun 2025, kebutuhan akan tenaga spesialis di empat rumah sakit tersebut belum terpenuhi, dengan kekurangan mencapai sekitar 15 orang dokter.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr. Yusman Faisal, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, kekurangan ini menjadi hambatan serius dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan di wilayahnya.
Baca Lainnya :
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
- Tingkatkan Nilai Profesional, PWI Cianjur Gelar UKW 2020,Â
- Kerugian Rp10 Juta, Warung di Sidangbarang Cianjur Diamuk Api
“Sejak tahun 2024 kami sudah membuka rekrutmen. Namun hingga kini, pemenuhan tenaga dokter spesialis belum optimal,” ungkap dr Yusman Faisal kepada awak media di lingkungan Pendopo, Senin 7 Juli 2025.
Sebagai solusi, pihak Dinkes mendorong kebijakan desentralisasi rekrutmen tenaga medis dengan memberikan kewenangan penuh kepada masing-masing RSUD, terutama yang telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), untuk melakukan perekrutan secara mandiri.
“Kami meminta RSUD yang sudah BLUD agar proaktif merekrut dokter spesialis sesuai kebutuhan. Jangan menunggu. Ini penting untuk mempercepat pemenuhan layanan kesehatan,” tegas dr Yusman Faisal. (dens).











