- Bapenda Cianjur dan Strategi Pepeling: Permudah Pembayaran, Genjot Pendapatan
- DPMPTSP Cianjur Siapkan Strategi RUPM untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
- Pemerintah Larang Operator Hilangkan Sisa Kuota Internet Pelanggan
- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
Dosen IPB University Asal Cianjur Berhasil Ciptakan Genteng dan Kaca Ramah Lingkungan

Keterangan Gambar : Prof. Dede Hermawan. (foto istimewa).
Pinusnews.id - Satu genteng berbahan ramah lingkungan tersebut, memiliki berat hanya seperempat kilogram saja. Untuk ukuran permeter persegi, hanya memiliki bobot empat kilogram.
Siapa sangka, Dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof Dede Hermawan sebelumnya melakukan persentasi ihwal bahan bangunan yang ramah lingkungan dan tahan gempa. Namun, pengalaman gempa bumi 2022 lalu, menjadikannya saksi hidup yang tidak terlupakan.
Di genggamannya, terdapat dua genteng berukuran 30x40 sentimeter. Namun, kedua genteng tersebut bukan sembarang genteng. Bukan juga terbuat dari tanah liat.
Baca Lainnya :
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
- Ini Hasil Penghitungan Suara Pilkada Cianjur 2020
- Geger, Mayat Pria Ditemukan Meninggal  dalam Rumah
- BNN RI Intip Program Desa Bersih Narkoba di Cianjur
Tak ada yang menyangka, ayah dari empat orang ini berhasil menciptakan genteng dari bahan ramah lingkungan. Rumput dan bahan tumbuhan lainnya. Dari tangannya, berhasil melahirkan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan aman dari bencana.
Inovasi yang diciptakannya berdasarkan kepeduliannya terhadap kondisi geografis Indonesia yang rawan gempa bumi.
"Seperti kita ketahui, komponen rumah kebanyakan dari bahan-bahan tambang, keramik dan tanah liat. Bahan-bahan ini berat dan bisa berbahaya ketika terjadi gempa. Karena itu, kami mencoba mengembangkan material yang lebih ringan, aman dan bisa diperbaharui," ujar Prof Dede Hermawan yang merupakan putra daerah Kota Santri.
Penyempuraan terus dilakukan sebelum masuk tahap produksi massal. Bukan sekedar keuntungan. Anak kedua dari tujuh bersaudara ini, lebih berfokus terhadap kepedulian lingkungan dan kemanusiaan.
Jangan dulu pesimis. Genteng tersebut meski terbuat dari rumput dan sekam, bisa bertahan lama serta kedap air.
"Inilah kenapa rumah bukan hanya harus kuat, tapi juga aman bagi penghuninya," ungkapnya.
Selain genteng yang ramah lingkungan, saat ini dirinya tengah mengembangkan kaca yang terbuat dari serat bambu. Saat ini, transparansi sudah mencapai 30 persen dan dalam pengembangan lebih mendalam.
Bukan hanya ramah lingkungan. Dengan serat tersebut, kaca terlihat lebih estetik dengan corak kayu yang ada di dalam seratnya.
"Kaca biasanya berasal dari bahan tambang yang tidak bisa diperbarui. Kaca kayu yang kami kembangkan ini masih dalam tahap penelitian, baru bisa mencapai transparansi 30 persen dari kaca konvensional, tapi punya kekuatan yang bagus dan estetika serat kayunya tetap terlihat," paparnya.
Penyempuraan demi penyempurnaan terus dilakukan untuk memenuhi kualitas yang sesuai standar. Ke depannya, inovasi ini bisa menjadi salah satu inovasi untuk hunian masa depan yang lebih ramah lingkungan. (tim dens).











