- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam kegiatan penanaman kedelai untuk mendukung swasembada pangan kedelai 2026.
Pinusnews.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menghadiri kegiatan penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektare dalam rangka mendukung swasembada kedelai 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT. PG Rajawali II, Desa Sukamulya, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Rabu (10/6/2026).
Dalam sambutannya, KDM, sapaan Dedi Mulyadi berharap penanaman kedelai di lahan seluas 210 hektar itu bisa menghasilkan panen terbaik.
"Mudah-mudahan kedelainya bisa mekar, airnya bisa terpancar, kemudian hasilnya nanti memuaskan semua pihak, produktivitas kedelainya meningkat," ucap KDM.
Baca Lainnya :
- Wilman Singawinata, Wakil Ketua DPRD Cianjur : Pilih BUMDes Jadi Supplier
- Hujan Es Diiringi Angin Kencang Hantam Rumah Penduduk
- Oknum Catut Nama Bupati Cianjur untuk Menipu Pemilik Pontren
- Anggota DPRD Cianjur Sahli Saidi : Bubarkan Supplier BPNT dan E-warung
- Orang Misterius Bacok Deri Sampai Tangannya PutusÂ
KDM meminta petani di Jawa Barat meninggalkan kebiasaan yang salah dalam menanam kedelai, seperti memanen dalam kondisi tumbuhan masih hijau. Selain itu, menanam secara terus-menerus dalam satu tahun tanpa jeda.
"Penanaman padi saat ini tidak pernah berhenti, karena hujannya banyak, bisa tanam setahun tiga kali bahkan empat kali, tidak ada jeda. Dampaknya tingkat kesuburan tanahnya menurun, PH-nya dibawah 4," ujar KDM.
KDM mengusulkan petani melakukan penanaman secara tumpang sari untuk menjaga tingkat kesuburan tanah.
"Kepada melalui Dinas Pertanian, setahun sekali nanam kedelai dan tanam kacang (suuk bahasa Sunda) itu harus dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah karena tanpa itu tanah sangat berat," ucapnya.
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Sujono Djojohadikusumo menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara pengimpor kedelai dari Brazil, Argentina, Amerika. Impor itu harus dibayar dengan Dolar.
Dengan menargetkan swasembada, maka Indonesia tidak akan lagi bergantung pada impor kedelai. Kondisi tersebut memungkinkan masyarakat Indonesia dapat menikmati tahu dan tempe dengan harga lebih murah.
Presiden Prabowo menargetkan penanaman kedelai di Indonesia bisa mencapai satu juta hektare agar swasembada tercapai pada dua hingga tiga tahun kedepan. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah akan membagikan bibit unggul kepada seluruh petani Indonesia.
Di tempat yang sama, Penasehat Koperasi Bareng Bareng Sugih (BBS) Mulyadi menambahkan, program penanaman kedelai merupakan langkah strategis untuk mendorong kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani. Ia berharap Kabupaten Indramayu menjadi salah satu lumbung pangan nasional. (tim-dens).











