DLH Cianjur Revolusi Sampah: 100 TPS3R Bersama Warga Menuju Lingkungan Bersih dan Mandiri

05 Jan 2026, 06:36:05 WIB Sekitar Kita
DLH Cianjur Revolusi Sampah: 100 TPS3R Bersama Warga Menuju Lingkungan Bersih dan Mandiri

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Komarudin.


Pinusnews.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur menunjukkan komitmen kuat dalam merevolusi pengelolaan sampah melalui rencana ambisius menyebarkan 100 titik Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di berbagai wilayah.

Langkah ini bukan sekadar proyek, melainkan visi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Mekarsari yang sudah overload. Dengan kinerja proaktifnya, DLH siap memimpin perubahan menuju Cianjur yang bersih dan berkelanjutan.

Kepala DLH Cianjur, Komarudin, menekankan bahwa TPS3R akan menjadi pusat pemilahan dan pengolahan sampah langsung di tingkat lokal. Setiap titik dirancang multifungsi, memungkinkan warga memilah sampah organik dan anorganik sejak awal. 

Baca Lainnya :

"Ke depan, inisiatif ini akan lebih menyemangati kinerja DLH dalam mendekatkan solusi sampah ke masyarakat, sehingga TPA Mekarsari tak lagi jadi satu-satunya tujuan akhir," tutur Komarudin, belum lama ini.

Menurut Komarudin, saat ini DLH sudah memiliki sekitar 40 unit TPS3R, meski hanya 9 yang aktif karena kerusakan dan kehilangan onderdil. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi DLH untuk meningkatkan kinerja ke7 depan. 

"Dengan pengawasan ketat dari tahap pembangunan hingga operasional, DLH berkomitmen memastikan semua 100 TPS3R baru beroperasi optimal dan tahan lama," imbuhnya.

Pembangunan TPS3R memang memerlukan anggaran besar, tapi DLH Cianjur menunjukkan ketelitian finansial yang impresif. Pengawasan menyeluruh akan diterapkan untuk menghindari pemborosan, menjamin setiap rupiah anggaran menghasilkan dampak nyata.

"Kinerja ini harus mencerminkan DLH sebagai dinas yang efisien dan akuntabel, siap membawa Cianjur ke era pengelolaan sampah modern," tegas Komarudin sangat optimis.

Lebih dari sekadar infrastruktur, DLH berencana melibatkan warga Cianjur secara masif dalam pengoperasian TPS3R. Program pelatihan pemilahan sampah akan digulirkan bersama masyarakat, menciptakan rasa memiliki kolektif. 

"Nantinya kolaborasi ini akan menjadi andalan kinerja DLH, di mana warga bukan hanya penerima manfaat, tapi mitra aktif dalam membersihkan lingkungan," ungkap Komarudin.

Bayangkan, TPS3R di setiap kecamatan menjadi pusat kegiatan komunal: warga berkumpul memilah sampah, anak muda belajar daur ulang, dan petani mengolah limbah organik jadi pupuk. DLH Cianjur akan memfasilitasi hal ini melalui sosialisasi intensif, menjadikan pengolahan sampah sebagai gaya hidup baru. Kinerja visioner ini akan mengubah paradigma sampah dari masalah menjadi peluang.

Komarudin dengan tegas menyatakan bahwa ke depan, pembuangan sampah langsung ke TPA Mekarsari di Kecamatan Cikalongkulon dilarang keras.

"Kebijakan ini menegaskan kinerja DLH yang tegas dan berorientasi masa depan, memaksa sistem pengelolaan yang benar. Warga yang patuh akan mendapat dukungan penuh, sementara pelanggar diimbau untuk bergabung dalam gerakan bersih bersama," jelas Komarudin penuh semangat.

Pengelolaan sampah yang baik, masih kata Komarudin, bisa menghasilkan nilai ekonomis tinggi. Sampah anorganik didaur ulang jadi produk bernilai jual, sementara organik jadi kompos atau biogas. DLH akan memimpin inkubator usaha berbasis sampah ini, melibatkan UMKM lokal dan warga Cianjur. Kinerja inovatif ini berpotensi ciptakan lapangan kerja baru dan tambah pendapatan masyarakat.

Kolaborasi DLH-warga akan diperkuat melalui kampanye "Cianjur Bebas Sampah Bersama". Program ini mencakup gotong royong mingguan di TPS3R, kompetisi daur ulang antar-desa, dan insentif bagi kelurahan paling bersih. Dengan demikian, kinerja DLH ke depan tak hanya teknis, tapi juga membangun solidaritas sosial yang kuat di Cianjur.

Tantangan seperti kerusakan TPS3R lama akan diatasi DLH dengan inovasi teknologi, seperti sensor pemantau dan material tahan cuaca. Pelatihan berkelanjutan bagi pengelola lokal memastikan keberlanjutan. Kinerja adaptif ini menjadikan DLH pelopor di Jawa Barat, menginspirasi kabupaten lain.

Pada akhirnya, 100 TPS3R bukan hanya target, tapi simbol transformasi Cianjur di bawah kepemimpinan DLH. Bersama warga, DLH akan wujudkan kabupaten hijau yang bebas sampah berserakan, dengan udara segar dan sungai bersih. Masa depan cerah ini bergantung pada aksi kolektif sekarang— siapa takut, mari bergabung! (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment