- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Disdikpora Cianjur: Strategi Rehabilitasi 1.300 Ruang Kelas untuk Menjamin Kelancaran KBM

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur mencatat kondisi memprihatinkan pada infrastruktur pendidikan dasar. Sekitar 1.300 ruang kelas di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dilaporkan mengalami kerusakan, dari kategori ringan hingga berat. Angka ini setara dengan hampir 10 persen dari keseluruhan ruang kelas, menunjukkan tantangan besar yang harus ditangani oleh pemerintah daerah agar proses pembelajaran tetap aman dan efektif.
Selain kerusakan fisik, Disdikpora juga menghadapi persoalan kekurangan Rombongan Belajar (Rombel). Data dinas menunjukkan kekurangan sekitar 400 Rombel pada jenjang SD dan SMP, yang berdampak pada jatah kelas, rasio siswa-per-ruang, dan kualitas layanan pendidikan. Kondisi tersebut mendorong pihak dinas untuk menyusun langkah-langkah strategis agar masalah kapasitas dan keselamatan pembelajaran dapat segera dituntaskan.
Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menegaskan bahwa langkah cepat dan terukur telah dilakukan. Menurutnya, pihaknya melakukan pemetaan komprehensif yang diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2025–2029.
Baca Lainnya :
- Hebat, Cianjur Punya Dana 15 Miliar untuk Jaminan Persalinan
- Oknum Wartawan Resahkan Pondok Pesantren di Cianjur
- Kasus Positif Covid-19 di Cianjur Meningkat, Rakyat Ngantri Swab Test
- Astakira Jemput Pekerja Migran yang Depresi di Arab Saudi
- Wilman Singawinata, Wakil Ketua DPRD Cianjur : Pilih BUMDes Jadi Supplier
"Pemetaan ini berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) serta hasil pemantauan intensif tim dinas di lapangan,” ujar Ruhli, menekankan pendekatan berbasis data dalam perencanaan.
Hasil kerja keras Disdikpora mulai terlihat. Ruhli menyampaikan, “Alhamdulillah, pada tahun 2025 kemarin, dengan bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) provinsi maupun pusat, Kabupaten Cianjur telah berhasil menyelesaikan perbaikan dan pembangunan sekitar 440 ruang kelas, meliputi jenjang SD, SMP, hingga PAUD," imbuh Ruhli Solehudin. Capaian ini memperlihatkan kemampuan dinas mengakses dan memanfaatkan sumber pendanaan untuk perbaikan fasilitas pendidikan secara signifikan.
Memasuki tahun 2026, komitmen tersebut berlanjut dengan alokasi anggaran DAU untuk pembangunan dan rehabilitasi tambahan. Ruhli menjelaskan bahwa Disdikpora telah mengalokasikan dana untuk merehabilitasi 80 ruang kelas pada jenjang SD, SMP, dan pendidikan kesetaraan. Ia menambahkan bahwa program kerja yang sedang dan akan berjalan mencakup masing-masing 10 sekolah pada jenjang SD dan 10 sekolah pada jenjang SMP, memperlihatkan rencana kerja yang terstruktur dan terfokus.
Upaya koordinasi juga dilakukan ke tingkat pusat untuk memperbesar peluang pendanaan. Ruhli menyatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) supaya Cianjur memperoleh alokasi dana manfaat reguler maupun Anggaran Belanja Tambahan (ABT) melalui program revitalisasi nasional. Langkah lobi dan sinkronisasi program ini menjadi bagian penting dari strategi Disdikpora untuk memenuhi kebutuhan anggaran jangka panjang.
Meski demikian, Disdikpora Cianjur juga realistis dalam memperkirakan kebutuhan pendanaan yang besar. Menurut Ruhli, “Disdikpora Cianjur membutuhkan anggaran yang cukup besar, yakni berkisar di angka Rp150 miliar per tahun untuk pembangunan di setiap jenjang guna menuntaskan persoalan infrastruktur ini hingga tahun 2029.” Pernyataan ini menggambarkan skala tantangan sekaligus transparansi dinas dalam perencanaan pembiayaan.
Di balik angka-angka itu, Ruhli mengurai penyebab tingginya kerusakan kelas: kondisi geografis yang rawan dan banyaknya bangunan berusia tua yang perlu peremajaan. Meski demikian, Ruhli menegaskan prinsip utama Disdikpora untuk menjaga kenyamanan proses belajar mengajar.
“Target realistis kami, setiap satuan pendidikan minimal memiliki ruang kelas yang layak dan nyaman dipakai untuk pembelajaran. Sebagai ilustrasi, untuk jenjang SD yang memiliki total 6 kelas, minimal 3 ruang kelas di antaranya harus dalam kondisi sangat layak,” ujar Ruhli, menutup dengan komitmen kuat terhadap kualitas pendidikan di Kabupaten Cianjur. (dens).











