Disdikpora Cianjur Percepat Transformasi Pendidikan Digital: AI dan Koding Jangkau PAUD hingga SMP

21 Jun 2026, 09:34:52 WIB Pendidikan
Disdikpora Cianjur Percepat Transformasi Pendidikan Digital: AI dan Koding Jangkau PAUD hingga SMP

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.


Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur terus memperkuat transformasi pendidikan digital dengan memperluas penerapan pembelajaran kecerdasan buatan (AI) dan koding di seluruh satuan pendidikan. Program yang dimulai pada 2025 ini digencarkan kembali agar manfaat teknologi dapat dirasakan merata oleh peserta didik dari berbagai jenjang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya daerah untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi dan pekerjaan di era digital.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menegaskan bahwa program dirancang menyentuh semua tingkatan pendidikan. “Pembelajaran AI dan koding di Cianjur telah menyentuh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP,” ujar Ruhli, menjelaskan cakupan yang luas dari inisiatif tersebut. Pernyataan ini menegaskan komitmen Disdikpora Cianjur untuk tidak hanya fokus pada sekolah menengah atau kota besar, tetapi juga sejak usia dini.

Menurut Ruhli, pelaksanaan program tidak semata-mata bergantung pada anggaran daerah. Pendanaan program didiversifikasi melalui sinergi dengan pihak ketiga, termasuk program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan mitra strategis. Kolaborasi ini memungkinkan penyediaan fasilitas, pelatihan guru, dan materi pembelajaran yang lebih cepat dan berkelanjutan tanpa membebani APBD.

Baca Lainnya :

Pendekatan kolaboratif yang dilakukan Disdikpora juga meliputi pelatihan tenaga pendidik dan penguatan materi pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan teknologi. Pelatihan ini dirancang agar guru dapat mengajar konsep AI dan koding secara sederhana namun bermakna, sehingga siswa di berbagai jenjang dapat memahami logika dasar teknologi dan mengaplikasikannya pada konteks sehari-hari.

Meskipun kemajuan terlihat pada sarana dan prasarana, Ruhli menjelaskan bahwa tantangan utama kini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat dan lingkungan sekolah mengenai pentingnya literasi digital. 

“Tantangan kita bukan lagi ketersediaan sarana, melainkan memperluas pemahaman masyarakat dan lingkungan sekolah mengenai pentingnya literasi digital di era teknologi yang terus berkembang,” katanya. Untuk itu, Disdikpora Cianjur fokus pada sosialisasi dan edukasi agar dukungan lokal terhadap program ini makin kuat.

Langkah percepatan sosialisasi dan ekspansi program AI serta koding menunjukkan bahwa Disdikpora Cianjur berperan aktif dalam merancang masa depan pendidikan daerah. Dengan komitmen yang jelas, dukungan multi-pihak, dan fokus pada pembinaan sumber daya manusia, Cianjur berpotensi menjadi model transformasi pendidikan digital yang inklusif di tingkat kabupaten. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment