- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Disdikpora Cianjur Percepat Transformasi Pendidikan Digital: AI dan Koding Jangkau PAUD hingga SMP

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur terus memperkuat transformasi pendidikan digital dengan memperluas penerapan pembelajaran kecerdasan buatan (AI) dan koding di seluruh satuan pendidikan. Program yang dimulai pada 2025 ini digencarkan kembali agar manfaat teknologi dapat dirasakan merata oleh peserta didik dari berbagai jenjang. Langkah ini menjadi bagian dari upaya daerah untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi dan pekerjaan di era digital.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menegaskan bahwa program dirancang menyentuh semua tingkatan pendidikan. “Pembelajaran AI dan koding di Cianjur telah menyentuh seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD hingga SMP,” ujar Ruhli, menjelaskan cakupan yang luas dari inisiatif tersebut. Pernyataan ini menegaskan komitmen Disdikpora Cianjur untuk tidak hanya fokus pada sekolah menengah atau kota besar, tetapi juga sejak usia dini.
Menurut Ruhli, pelaksanaan program tidak semata-mata bergantung pada anggaran daerah. Pendanaan program didiversifikasi melalui sinergi dengan pihak ketiga, termasuk program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dan mitra strategis. Kolaborasi ini memungkinkan penyediaan fasilitas, pelatihan guru, dan materi pembelajaran yang lebih cepat dan berkelanjutan tanpa membebani APBD.
Baca Lainnya :
- Astakira Jemput Pekerja Migran yang Depresi di Arab Saudi
- Wilman Singawinata, Wakil Ketua DPRD Cianjur : Pilih BUMDes Jadi Supplier
- Hujan Es Diiringi Angin Kencang Hantam Rumah Penduduk
- Oknum Catut Nama Bupati Cianjur untuk Menipu Pemilik Pontren
- Anggota DPRD Cianjur Sahli Saidi : Bubarkan Supplier BPNT dan E-warung
Pendekatan kolaboratif yang dilakukan Disdikpora juga meliputi pelatihan tenaga pendidik dan penguatan materi pembelajaran agar sesuai dengan perkembangan teknologi. Pelatihan ini dirancang agar guru dapat mengajar konsep AI dan koding secara sederhana namun bermakna, sehingga siswa di berbagai jenjang dapat memahami logika dasar teknologi dan mengaplikasikannya pada konteks sehari-hari.
Meskipun kemajuan terlihat pada sarana dan prasarana, Ruhli menjelaskan bahwa tantangan utama kini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat dan lingkungan sekolah mengenai pentingnya literasi digital.
“Tantangan kita bukan lagi ketersediaan sarana, melainkan memperluas pemahaman masyarakat dan lingkungan sekolah mengenai pentingnya literasi digital di era teknologi yang terus berkembang,” katanya. Untuk itu, Disdikpora Cianjur fokus pada sosialisasi dan edukasi agar dukungan lokal terhadap program ini makin kuat.
Langkah percepatan sosialisasi dan ekspansi program AI serta koding menunjukkan bahwa Disdikpora Cianjur berperan aktif dalam merancang masa depan pendidikan daerah. Dengan komitmen yang jelas, dukungan multi-pihak, dan fokus pada pembinaan sumber daya manusia, Cianjur berpotensi menjadi model transformasi pendidikan digital yang inklusif di tingkat kabupaten. (dens).











