- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Disdikpora Cianjur Percepat Rehabilitasi Ratusan Ruang Kelas untuk Perbaiki Kualitas Belajar

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Disdikpora Kabupaten Cianjur terus mempercepat rehabilitasi ruang kelas SD dan SMP yang mengalami kerusakan di berbagai wilayah, sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan. Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, menyatakan bahwa pihaknya telah memetakan kebutuhan rehabilitasi berdasarkan data terverifikasi dan melaporkannya kepada pimpinan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan secara bertahap setiap tahun anggaran.
Selain itu, Ruhli menegaskan bahwa metode salah satu kinerja berbasis data ini dimaksudkan agar prioritas perbaikan tepat sasaran dan dampak terhadap proses belajar mengajar lebih maksimal.
Pencapaian tahun sebelumnya menjadi bukti komitmen Disdikpora terhadap perbaikan infrastruktur sekolah. Pada 2025, Dinas berhasil membangun dan merehabilitasi sebanyak 444 ruang kelas yang didanai dari berbagai sumber, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU), bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, APBN melalui program revitalisasi, serta Corporate Social Responsibility (CSR).
Baca Lainnya :
- Anggota DPRD Cianjur Sahli Saidi : Bubarkan Supplier BPNT dan E-warung
- Orang Misterius Bacok Deri Sampai Tangannya PutusÂ
- PT. SAC Bantu Pemerintah dalam Program Usaha Petani Porang di Cianjur
- 60 Pasien ODGJ Yayasan Rumah Pulih Jiwa Telah Sembuh, Tapi Pemda Cianjur Tutup Mata
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
“Alhamdulillah tahun 2025 kemarin dari berbagai sumber, kami telah membangun ruang kelas secara keseluruhan sebanyak 444 ruang kelas,” kata Ruhli, menegaskan bahwa sinergi pendanaan menjadi kunci keberhasilan program.
Fokus yang berkelanjutan terlihat dari perencanaan Disdikpora untuk tahun 2026. Ruhli optimistis jumlah ruang kelas yang direhabilitasi maupun dibangun dapat menyamai atau bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya. Optimisme ini muncul bukan hanya dari target angka, tetapi juga dari pengalaman pelaksanaan dan koordinasi antar pemangku kepentingan yang semakin matang. Pendekatan bertahap dan terencana memungkinkan progres yang konsisten sambil menjaga kualitas pekerjaan.
Dukungan anggaran menjadi fondasi penting bagi upaya rehabilitasi tersebut. Saat ini alokasi anggaran dari DAU untuk rehabilitasi ruang kelas di Kabupaten Cianjur mencapai sekitar Rp10 miliar.
"Anggaran ini akan difokuskan untuk menangani ruang kelas yang paling membutuhkan perbaikan agar proses belajar mengajar berlangsung lebih nyaman dan aman bagi siswa maupun tenaga pendidik," imbuh Ruhli Solehudin.
Adapun untuk prioritas pemakaian dana diarahkan pada perbaikan kondisi struktural dan fasilitas pendukung yang berpengaruh langsung pada kualitas pembelajaran.
Selain aspek anggaran dan pemetaan kebutuhan, keberhasilan program juga ditopang oleh kerjasama antar lembaga dan masyarakat. Sumber pendanaan kombinasi—DAU, provinsi, APBN, dan CSR—menunjukkan bahwa perbaikan infrastruktur pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah kabupaten, tetapi hasil sinergi multi-pihak.
"Kolaborasi ini membuka peluang untuk mempercepat rehabilitasi di lebih banyak sekolah sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga fasilitas pendidikan," jelas Ruhli di Cianjur, belum lama ini.
Langkah Disdikpora Cianjur ini menunjukkan komitmen nyata untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak dan aman. Dengan perencanaan berbasis data, anggaran terfokus, dan kolaborasi pendanaan, upaya rehabilitasi ruang kelas diharapkan tidak hanya memperbaiki fisik gedung, tetapi juga memberi kontribusi langsung pada kualitas pembelajaran dan kesejahteraan siswa.
"Target untuk 2026 adalah mempertahankan atau meningkatkan capaian 2025—sebuah sinyal bahwa pendidikan di Cianjur mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah," tegas Ruhli meyakinkan.(dens).











