- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Disdikpora Cianjur Imbau Pendaftar SPMB SMP Tak Terburu-buru, dan Siap Hadapi Lonjakan

Keterangan Gambar : Kepala Bidang (Kabid) SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi.
Pinusnews.id - Disdikpora Kabupaten Cianjur mengambil langkah proaktif menjelang pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP tahun ajaran 2026/2027 dengan mengimbau orang tua untuk tidak memaksakan pendaftaran pada hari pertama. Imbauan ini bukan sekadar anjuran — melainkan bagian dari upaya terencana untuk mencegah kepadatan akses yang berpotensi mengganggu kinerja server pendaftaran dan menimbulkan kekacauan administrasi. Pendekatan preventif semacam ini menunjukkan kesiapan lembaga dalam menghadapi dinamika pendaftaran massal setiap tahun.
Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, menjelaskan bahwa langkah antisipatif dimulai jauh sebelum hari pendaftaran. "Untuk SPMB kita sudah menginstruksikan kepada seluruh satuan pendidikan mulai minggu keempat Mei kemarin. Kita sudah membuat surat edaran terkait sosialisasi kepada orang tua calon siswa kelas enam yang akan melanjutkan ke SMP," ujar Ipan pada Rabu, 10 Juni 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Disdikpora untuk memastikan informasi sampai kepada warga terkait secara tepat waktu.
Sosialisasi yang digalakkan Disdikpora tidak hanya bersifat formal lewat surat edaran, tetapi juga melibatkan interaksi langsung antara pihak sekolah dan orang tua siswa. Ipan menyebutkan bahwa sosialisasi dilaksanakan melalui pertemuan orang tua dan berbagai media informasi seperti spanduk serta akun media sosial sekolah masing-masing. Pendekatan ganda — tatap muka dan digital — membantu menjangkau kelompok orang tua yang beragam akses informasi dan memperkecil risiko miskomunikasi.
Baca Lainnya :
- Hujan Es Diiringi Angin Kencang Hantam Rumah Penduduk
- Oknum Catut Nama Bupati Cianjur untuk Menipu Pemilik Pontren
- Anggota DPRD Cianjur Sahli Saidi : Bubarkan Supplier BPNT dan E-warung
- Orang Misterius Bacok Deri Sampai Tangannya PutusÂ
- PT. SAC Bantu Pemerintah dalam Program Usaha Petani Porang di Cianjur
Pelaksanaan SPMB SMP tahun ini berlangsung pada 17 hingga 25 Juni 2026, dengan skema penerimaan yang secara umum mempertahankan komposisi jalur seperti tahun lalu. "Untuk jalur pada dasarnya tahun sekarang dengan tahun kemarin tidak ada perbedaan. Jalur domisili 45 persen, prestasi 30 persen, afirmasi 20 persen dan perpindahan orang tua lima persen," jelas Ipan. Konsistensi skema ini menunjukkan upaya menjaga stabilitas kebijakan penerimaan sambil memberi ruang bagi penyesuaian teknis.
Salah satu perubahan penting yang diterapkan Disdikpora Cianjur adalah penambahan komponen penilaian dalam jalur prestasi, yaitu nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA). Menurut Ipan, Yang membedakan tahun sekarang bukan persentasenya, tetapi jalur prestasi sekarang mencantumkan nilai TKA dengan bobot 15 persen dan nilai rapor 15 persen. Perubahan ini memperkaya parameter seleksi dan memberi gambaran lebih komprehensif atas kemampuan akademik calon siswa.
Disdikpora Cianjur juga mengatur mekanisme penetapan kuota rombongan belajar (rombel) dengan prinsip berbasis kebutuhan dan verifikasi data. Setiap sekolah diminta mengajukan usulan rombel sesuai kondisi, yang kemudian diverifikasi oleh Disdikpora melalui data pokok pendidikan (Dapodik) sebelum diajukan ke pemerintah provinsi dan pusat. "Jumlah siswa per rombel di setiap satuan pendidikan berbeda-beda sesuai kebutuhan dan usulan masing-masing sekolah," kata Ipan, menegaskan proses verifikasi yang transparan dan berbasis data.
Mengantisipasi lonjakan pendaftar, khususnya di sekolah favorit, Disdikpora mengingatkan agar sekolah tetap berpedoman pada kuota yang telah ditetapkan. Ipan menegaskan bahwa ketika terjadi lonjakan pendaftar, setiap sekolah harus mengacu pada ketentuan dan kuota yang sudah diusulkan ke pemerintah pusat. Sikap tegas ini penting untuk menjaga keadilan akses pendidikan dan mencegah praktik penempatan di luar aturan yang dapat merugikan calon peserta didik lain.
Dalam rangka memastikan layanan tetap lancar, Disdikpora meminta kepala sekolah menegakkan petunjuk teknis dan mengatur mekanisme pendaftaran, baik daring maupun luring. Untuk tahun ini, jumlah SMP yang membuka pendaftaran daring bertambah menjadi 21 sekolah, sementara sekolah yang memilih pendaftaran luring diingatkan mengatur alur agar tidak terjadi penumpukan pada hari pertama. "Yang penting semua pendaftar terakomodir oleh pihak sekolah," tegas Ipan, menutup penjelasan yang menonjolkan perhatian Disdikpora terhadap kelancaran dan keterjangkauan layanan.
Langkah-langkah yang ditempuh Disdikpora Kabupaten Cianjur — sosialisasi intensif, penyesuaian teknis seleksi, verifikasi kuota berbasis data, dan penataan mekanisme pendaftaran — mencerminkan kinerja yang responsif dan terencana. Imbauan kepada orang tua agar tidak terburu-buru mendaftar adalah bagian dari strategi lebih luas untuk menjaga kelancaran proses SPMB, sekaligus bukti komitmen Disdikpora dalam mewujudkan proses penerimaan yang adil, transparan, dan efisien. (dens).











