- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Kolaborasi untuk Generasi Bebas Stunting
- BAZNAS Cianjur Hadir di Rakornas 2026, Perkuat Zakat yang Produktif dan Berdampak
- Dinas PUTR Cianjur: Integritas Menjadi Kunci Pelayanan yang Bersih dan Terpercaya
- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
Disdik Jabar Uji Coba Aplikasi SPMB 2026 untuk Pastikan Kemudahan Sistem

Keterangan Gambar : Kadisdik Jabar, Purwanto. (Foto istimewa).
Pinusnews.id - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) mulai melaksanakan uji coba aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026 secara luring dan daring dari Command Center Tikomdik Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Jumat (8/5/2026).
Kadisdik Jabar, Purwanto mengatakan, ini adalah upaya untuk menghadirkan layanan pendidikan yang mudah, tertata, dan tepat sasaran bagi calon murid di Jabar.
Kadisdik menjelaskan, uji coba tahap pertama dilakukan secara terbatas dengan melibatkan perwakilan dari kabupaten/kota di Jawa Barat. “Hari ini akan dilaksanakan uji coba untuk seluruh kabupaten/kota dengan skala terbatas. Peserta uji coba dari setiap kabupaten/kota hanya terdiri dari 1–2 orang per sekolah, baik dari SMP maupun MTs,” jelasnya.
Baca Lainnya :
- Pesantren Roboh, Belasan Santri Tertimpa Bangunan
- Mobil Angkutan Umum Tertimpa Pohon, 2 Sopir Dilarikan ke Rumah SakitÂ
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
Menurut Kadisdik, uji coba tersebut dilakukan untuk memastikan aplikasi mudah dipahami dan mudah digunakan oleh masyarakat maupun satuan pendidikan saat pelaksanaan SPMB berlangsung nanti.
“Sebuah aplikasi yang baik harus mudah dipahami, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan kita. Kalau ternyata masih sulit digunakan, berarti ada hal-hal yang harus diperbaiki,” ungkapnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jelasnya, menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs di Jabar dapat terdata melalui aplikasi tersebut. Berdasarkan data Disdik Jabar, terdapat sekitar 826 ribu lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat yang nantinya akan mengikuti proses pemetaan pendidikan menengah.
“Seluruh siswa SMP dan MTs di Provinsi Jawa Barat harus mengisi aplikasi ini agar semuanya terekam, terdata, dan dapat dipetakan dengan baik,” katanya.
Melalui aplikasi tersebut, siswa akan terdata untuk melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK, MA maupun jenjang pendidikan lainnya. Kadisdik menambahkan, hasil uji coba tahap pertama akan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan sistem sebelum digunakan secara luas pada pelaksanaan SPMB mendatang.
Oleh karena itu, Kadisdik meminta seluruh peserta uji coba aktif memberikan masukan, termasuk terkait kendala teknis yang ditemukan selama proses simulasi berlangsung.
“Ketelitian, keseriusan, serta partisipasi aktif sangat kami harapkan. Semua ini demi kebaikan anak-anak kita dan kemajuan pendidikan di Provinsi Jawa Barat,” tuturnya.
Peluncuran sosialisasi SPMB dan SPMB Sekolah Maung dijadwalkan 18 Mei 2026. (Nizar-dens).











