- Disdikpora Cianjur Percepat Pemenuhan SLF Sekolah demi Izin Operasional
- Dari Keterampilan Menuju Kemandirian: DPW PUTR Cianjur Hadir untuk Perempuan dan Keluarga
- BAZNAS Cianjur Doakan dan Ajak Masyarakat Peduli Korban Banjir Padang
- DPRD Cianjur Percepat Penyempurnaan Perubahan APBD 2026 demi Layanan Publik yang Lebih Baik
- Kabid SMP Ipan Sopandi: Disdikpora Cianjur Wajibkan Bahasa Sunda di Sekolah
- BAZNAS Cianjur Perkuat Kolaborasi dengan DPRD demi Kesejahteraan Warga
- 1.546 Rumah Layak Huni, Harapan Baru Warga Cianjur
- Rekrutmen Planet Ban di Cianjur Dijadwalkan Ulang, Simak Jadwal Terbarunya
- Pelayanan Dekat, Aspirasi Terdengar: Bupati Cianjur Hadir di Rembug Warga Desa Cidadap
- Disnakertrans Cianjur Buka 14 Pelatihan Gratis untuk Siapkan Tenaga Kerja Kompeten
Dinkes Cianjur soroti Bantuan Mie Kadaluarsa untuk Penyintas Puting Beliung

Keterangan Gambar : Mie instan kadaluarsa yang dikonsumsi sejumlah warga korban puting beliung di Desa Sukaraharja, Cibeber.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur angkat bicara mengenai adanya informasi warga penyintas angin puting beliung di Kampung Bebedahan, Desa Sukaraharja, Kecamatan Cibeber Mak Isah (60) dan keluarganya memakan mie instan kadaluwarsa.
Sebelumnya, mie instan itu merupakan bantuan sembako yang diberikan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Sukaraharja.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Cianjur Frida Layla Yahya mengatakan, memakan makanan yang telah kadaluwarsa tidak dianjurkan.
Baca Lainnya :
- Dibagi dalam 4 Kloter, 1.436 Jemaah Haji Asal Kabupaten Cianjur Siap Berangkat
- Bersatu Membangun Organisasi Bersama Apdesi Majukan Rakyat Desa
- Terpilih 2 Calon Paskibraka Tingkat Jawa Barat dari SMAN I Cianjur
- Dinas Pendidikan Jabar Sediakan Kuota Khusus bagi Kecamatan yang Belum Miliki Sekolah Negeri
- KPU Cianjur Buka Pendaftaran Calon Perseorangan Bupati-Wakil Bupati 2024
“Makan makanan apapun yang kadaluarsa tidak dianjurkan dan berbahaya. Tidak hanya mie saja,” kata Frida Layla Yahya, Rabu, (08/05/2024).
Frida menambahkan, berbahayanya makanan kadaluwarsa menyebabkan sejumlah penyakit akan menyerang tubuh manusia.
“Terutama gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, nyeri perut, demam, pusing, dan diare Karena bisa jadi makanan kadaluarsa mengandung zat berbahaya, bakteri/kuman atau jamur,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sukaraharja Ajuk mengakui, kesalahan soal bantuan makanan telah kadaluwarsa.
“Maaf, kemarin sedang ke lapangan tidak diperiksa dulu, tetapi sudah memerintahkan staf desa untuk menggantinya. Mudah-mudahan tidak jadi penyakit,” kata Ajuk minta maaf.











