- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Dinkes Cianjur Pimpin Partisipasi Aktif Sensus Ekonomi Bidang Kesehatan 2026

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur bersiap menyambut sensus ekonomi nasional yang akan menyasar pelaku usaha bidang kesehatan, dengan periode pelaksanaan dari Mei hingga Juli 2026. Inisiatif ini menjadi momentum penting untuk memetakan potensi ekonomi lokal, khususnya di sektor kesehatan yang vital bagi masyarakat. Di tengah dinamika ekonomi pasca-pandemi, sensus semacam ini krusial untuk menyusun kebijakan yang tepat sasaran.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur menunjukkan sikap proaktif melalui langkah-langkah nyata yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, I Made Setiawan. Ia tidak hanya menyuarakan dukungan, tapi juga menggerakkan pelaku usaha untuk terlibat penuh. Pendekatan ini mencerminkan komitmen dinas dalam mendukung agenda nasional, sekaligus memperkuat ekosistem kesehatan di Cianjur yang kian berkembang.
“Mengimbau kepada seluruh pelaku usaha bidang kesehatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan sensus ekonomi dengan cara menerima petugas sensus ekonomi 2026 serta menjawab pertanyaan dengan jujur,” tegas I Made Setiawan baru-baru ini di Cianjur.
Baca Lainnya :
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
Selain itu, Made Setiawan juga mengajak baik secara langsung maupun tidak langsung mengajak dengan rasa penuh tanggung jawab, untuk menjadikan Dinkes Cianjur sebagai motor penggerak utama.
Untuk meredam kekhawatiran, I Made Setiawan menegaskan bahwa sensus ekonomi sama sekali tidak berkaitan dengan pajak. Ia juga menjamin kerahasiaan data responden, sehingga pelaku usaha bisa tenang berpartisipasi.
“Kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan pajak dan dijaga kerahasian datanya. Terimakasih partisipasinya, mencatat ekonomi Indonesia,” jelasnya.
Sikap proaktif Dinkes Cianjur tak hanya berhenti pada imbauan, tapi juga membangun kepercayaan melalui komunikasi langsung. Hal ini mendorong pelaku usaha kesehatan—mulai dari klinik, apotek, hingga rumah sakit—untuk berkontribusi aktif. Partisipasi massal akan menghasilkan data akurat yang berguna bagi perencanaan pembangunan sektor kesehatan di tingkat kabupaten hingga nasional.
Inisiatif Dinkes Cianjur menjadi contoh inspiratif bagaimana pemerintah daerah bisa memimpin partisipasi masyarakat dalam sensus ekonomi. Dengan data yang komprehensif, Cianjur berpotensi mempercepat pertumbuhan usaha kesehatan, sekaligus berkontribusi pada peta ekonomi Indonesia yang lebih kuat. (dens).











