- Bersinergi untuk Membangun Cianjur: BAZNAS dan Pemkab Perkuat Pelayanan Masyarakat
- Pemkab Cianjur dan Kejaksaan Perkuat Sinergi Hukum demi Pembangunan yang Bersih
- Guru Jadi Benteng Utama: Disdikpora Cianjur Perkuat Sekolah Aman dari Kekerasan
- DPPKBP3A Cianjur Hadir di Sekolah, Bangun Generasi Sadar Kependudukan Sejak Dini
- Rekonsiliasi Pajak Daerah: Upaya untuk Menjaga Kepercayaan Publik di Cianjur
- Diskumdagin Cianjur Perkuat UMKM: Dari Legalitas hingga Pasar Digital
- DPMPTSP Cianjur Dorong Investasi Kesehatan demi Pertumbuhan Ekomomi Daerah
- TP PKK Cianjur Perkuat Pembinaan Kecamatan untuk Keluarga Berdaya dan Sejahtera
- Kabid SMP Disdikpora Cianjur Apresiasi Edukasi Hukum Pelajar Lewat Jaksa Masuk Sekolah
- Tugu Kujang Cianjur: Ketika Pusaka Sunda Tertidur di Tengah Jalan
Dinkes Cianjur Percepat Penyelesaian Dokumen SLHS untuk Dapur SPPG - MBG, Target Rampung Oktober 202

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mempercepat penyelesaian dokumen Sanitasi Layak Hygiene Sanitasi (SLHS), untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) – Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh proses ditargetkan rampung sebelum akhir Oktober 2025.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Sekda Provinsi Jawa Barat dan Bupati Cianjur, untuk memastikan percepatan berjalan sesuai jadwal.
“Proses SLHS tetap kita kejar hingga akhir Oktober. Saat ini ada empat lembaga yang dokumennya sudah lengkap dan siap dinilai, sementara total yang ditargetkan mencapai delapan lembaga yang layak,” ujar Made, Selasa (21/10/2025).
Baca Lainnya :
- Penyaluran APBD Mentok, Puluhan Tahun Jalan di Kampung Halimun Rusak Parah
- Banyak Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Cianjur Evaluasi data KPM
- Pengendara Diputar Balik, TNI-POLRI Razia di Pantai Wisata Cianjur
- Pelantikan Pengurus Syarikat Islam Kab. Cianjur Masa Jihad 2020-2025
- Info untuk Bupati Cianjur, 170 Rumah Tidak Layak Huni di Desa Tanjungsari Harus Cepat DibantuÂ
Sebanyak 58 lembaga telah mengirimkan sampel ke laboratorium untuk pemeriksaan. Proses pengujian mikrobiologi memakan waktu lebih lama karena membutuhkan pembiakan guna memastikan sumber kontaminasi.
“Kalau kimia bisa selesai satu hingga dua hari, tapi mikrobiologi butuh sekitar sepuluh hari,” jelasnya.
Menanggapi kasus dugaan keracunan di beberapa sekolah, Made menegaskan bahwa pembukaan kembali aktivitas hanya bisa dilakukan setelah hasil investigasi laboratorium dan rekomendasi resmi keluar.
“Jika penyebabnya sudah ditemukan dan diperbaiki, seperti penggantian sumber air yang terkontaminasi, maka sekolah bisa kembali beroperasi,” tegasnya.
Made juga mengimbau agar sekolah dan pengelola kantin aktif berkoordinasi dengan Dinkes, untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Selain itu, Dinkes Kabupaten Cianjur berencana menggelar pelatihan dan sosialisasi, terkait penerapan SLHS kepada pengelola dapur dan kantin sekolah guna meningkatkan pemahaman, dan kepatuhan terhadap standar sanitasi dan hygiene.
Upaya ini diharapkan dapat mencegah risiko kontaminasi yang membahayakan kesehatan anak didik. (dens).











