- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Dinkes Cianjur Percepat Penyelesaian Dokumen SLHS untuk Dapur SPPG - MBG, Target Rampung Oktober 202

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dr. I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mempercepat penyelesaian dokumen Sanitasi Layak Hygiene Sanitasi (SLHS), untuk dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) – Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh proses ditargetkan rampung sebelum akhir Oktober 2025.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, dr. I Made Setiawan, mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Sekda Provinsi Jawa Barat dan Bupati Cianjur, untuk memastikan percepatan berjalan sesuai jadwal.
“Proses SLHS tetap kita kejar hingga akhir Oktober. Saat ini ada empat lembaga yang dokumennya sudah lengkap dan siap dinilai, sementara total yang ditargetkan mencapai delapan lembaga yang layak,” ujar Made, Selasa (21/10/2025).
Baca Lainnya :
- Penyaluran APBD Mentok, Puluhan Tahun Jalan di Kampung Halimun Rusak Parah
- Banyak Bantuan Tidak Tepat Sasaran, Dinsos Cianjur Evaluasi data KPM
- Pengendara Diputar Balik, TNI-POLRI Razia di Pantai Wisata Cianjur
- Pelantikan Pengurus Syarikat Islam Kab. Cianjur Masa Jihad 2020-2025
- Info untuk Bupati Cianjur, 170 Rumah Tidak Layak Huni di Desa Tanjungsari Harus Cepat DibantuÂ
Sebanyak 58 lembaga telah mengirimkan sampel ke laboratorium untuk pemeriksaan. Proses pengujian mikrobiologi memakan waktu lebih lama karena membutuhkan pembiakan guna memastikan sumber kontaminasi.
“Kalau kimia bisa selesai satu hingga dua hari, tapi mikrobiologi butuh sekitar sepuluh hari,” jelasnya.
Menanggapi kasus dugaan keracunan di beberapa sekolah, Made menegaskan bahwa pembukaan kembali aktivitas hanya bisa dilakukan setelah hasil investigasi laboratorium dan rekomendasi resmi keluar.
“Jika penyebabnya sudah ditemukan dan diperbaiki, seperti penggantian sumber air yang terkontaminasi, maka sekolah bisa kembali beroperasi,” tegasnya.
Made juga mengimbau agar sekolah dan pengelola kantin aktif berkoordinasi dengan Dinkes, untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan.
Selain itu, Dinkes Kabupaten Cianjur berencana menggelar pelatihan dan sosialisasi, terkait penerapan SLHS kepada pengelola dapur dan kantin sekolah guna meningkatkan pemahaman, dan kepatuhan terhadap standar sanitasi dan hygiene.
Upaya ini diharapkan dapat mencegah risiko kontaminasi yang membahayakan kesehatan anak didik. (dens).











