- BAZNAS Cianjur Ringankan Beban Korban Bencana di NTT
- Isfhan Anggota DPR RI ke Naringgul: Mengawal 5 Pilar HAM agar Nyata dirasakan Warga
- Berhasil Kawal Program 3 Juta Rumah, Pemprov Jabar Terima Apresiasi dari Kemendagri
- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
Dinkes Cianjur Investigasi Pastikan Penyebab 12 Santri Keracunan Makanan

Keterangan Gambar : Plt Kepala Dinas Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Made Setiawan.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan investigasi guna memastikan penyebab keracunan 12 santriwati di Kecamatan Cidaun, dengan mengambil sampel Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan tersebut.
Terkait kasus itu Plt Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur Made Setiawan mengatakan, rangkaian kegiatan itu termasuk memeriksa sampel bahan baku dan makanan yang ada di menu MBG. Tim masih melakukan investigasi sesuai prosedur penanganan.
"Saat ini tim sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab guna dilakukan uji laboratorium, dalam beberapa hari ke depan baru dapat diketahui hasilnya," Tutur Made Setiawan, di Pemda Cianjur, Jumat 22 Agustus 2025.
Baca Lainnya :
- Kurangi Beban Petani Dimasa Pandemi Covid-19, Fraksi Partai Gerindra Serahkan Bantuan Benih
- Inna lillahi, Empat Kadis Positif Covid-19, Satu Orang Meninggal Dunia
- Akibat Cuaca Buruk Nelayan Jayanti Gagal Cari Ikan, Kini Tanam Jagung
- Pemdes Tanjungsari Sukaluyu Bagikan BLT
- Peranan PT. Bukit Naga Mas Kembangkan UMKM di Cianjur
Adapun belasan santriwati di Yayasan Pendidikan Islam Assatinem Desa Kertajadi, Kecamatan Cidaun yang sempat menjalani perawat di Puskesmas Cidaun, sudah kembali ke pondok karena kondisinya sudah membaik dan tetap mendapat pengawasan.
Tenaga kesehatan dari puskesmas setempat akan memantau terus kondisi kesehatan mereka selama beberapa hari ke depan dengan harapan terus membaik dan kembali beraktivitas normal.
Sebelumnya, pihak Puskesmas Cidaun mengatakan 12 santriwati usai makan MBG, sempat menjalani perawatan medis dengan keluhan gejala keracunan, mual, muntah, dan pusing selama satu hari saat ini sudah kembali ke pondok dan mendapat pengawasan petugas.
Namun, tim dari Dinkes Cianjur sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa kandungannya di laboratorium.
"Belum dapat dipastikan karena belasan siswa sebelumnya makan pagi dan makan siang menu MBG, sedangkan pada petang hari mengalami gejala keracunan," imbuhnya.
Keterangan dari sejumlah santriwati yang menjalani perawatan di puskesmas, mengaku mengalami pusing, mual, dan muntah setelah menyantap salah satu menu dari MBG mi spageti, dengan saus yang mengeluarkan bau tidak sedap. (dens).











