- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampingi Kepalas Dinas TPHP Cianjur, Ahmad Danial, dalam salah satu momen pembukaan Sekolah Lapang Pemanfaatan dan Pemeliharaan Alsintan, di Poktan Cirata, Desa Sukasarana, Karangtengah, Cianjur, Jumat, 17 April 2026.
Pinusnews.id - Pada Jumat, 17 April 2026, suasana di Poktan Cirata, Desa Sukasarana, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, dipenuhi semangat haru saat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Dinas TPHP) membuka Sekolah Lapang Pemanfaatan dan Pemeliharaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis dinas terkait untuk memberdayakan petani lokal menghadapi tantangan modern pertanian. Dengan pendistribusian bantuan traktor roda dua, dinas menunjukkan komitmennya membawa kemajuan teknologi langsung ke tangan petani, mengubah lahan sawah yang selama ini bergantung pada tenaga manual menjadi lebih efisien dan produktif.
Kepala Dinas TPHP, Ahmad Danial, menjadi pusat perhatian dengan visinya yang visioner. "Kegiatan ini digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas petani dalam pemanfaatan dan pemeliharaan Alsintan, serta mendukung optimalisasi kegiatan usaha tani di lapangan," ujarnya tegas di hadapan ratusan petani dan penyuluh.
Baca Lainnya :
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
- Asep Irwan : BPKAD Cianjur Harus Transparan Mengelola Keuangan Daerah
- Aji Prasetio Korban Tenggelam di Kali Cilaku Ditemukan Sudah Meninggal
Hal Ini mencerminkan dedikasi dinas di bawah kepemimpinannya, yang tak hanya berbicara tapi langsung bertindak. Melalui program ini, Dinas TPHP telah membuktikan kinerjanya yang luar biasa, melatih petani agar tak lagi kewalahan dengan mesin canggih, sehingga mereka bisa fokus pada panen yang lebih melimpah.
Rangkaian acara berlangsung apik, dimulai dari pembukaan resmi oleh Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, hingga laporan kepala dinas yang penuh data empiris tentang manfaat Alsintan. Sambutan dan arahan Bupati Cianjur menambah semangat, diikuti dialog interaktif antara petani, penyuluh, dan dinas.
Puncaknya adalah penyerahan langsung traktor roda dua kepada kelompok tani penerima manfaat, diakhiri demonstrasi lapangan yang langsung praktis. Kinerja Dinas TPHP bersinar di sini, karena mereka tak hanya membagikan alat, tapi juga memastikan petani paham cara menggunakannya, menjadikan setiap rupiah bantuan sebagai investasi jangka panjang untuk kesejahteraan petani Cianjur.
Efisiensi pengolahan lahan menjadi kunci utama yang ditonjolkan dinas melalui inisiatif ini. Traktor roda dua yang didistribusikan mampu mempercepat pembajakan dan pemeliharaan, mengurangi waktu kerja hingga meningkat dibanding metode tradisional.
Petani di Desa Sukasarana, yang mayoritas bergantung pada padi dan hortikultura, kini punya senjata baru untuk bersaing di pasar. Kinerja Dinas TPHP patut diapresiasi karena program sekolah lapang ini telah mereplikasi keberhasilan di kecamatan lain.
Jadi, semua giat tersebut membuktikan bahwa pendekatan hands-on mereka benar-benar mendorong kemajuan petani dari level desa hingga kabupaten. Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat ekosistem pertanian Cianjur secara keseluruhan. Dengan peningkatan kemampuan pemeliharaan Alsintan, petani tak lagi bergantung pada teknisi eksternal, sehingga biaya operasional turun drastis.
Dinas TPHP, melalui kepemimpinan Ahmad Danial, telah membangun jaringan penyuluh yang responsif, memastikan ilmu menyebar merata. Hasilnya? Produktivitas lahan naik, pendapatan petani bertambah, dan Cianjur semakin kokoh sebagai lumbung pangan Jawa Barat. Ini adalah bukti nyata bagaimana dinas ini mengubah tantangan menjadi peluang kemajuan.
Harapan besar tertanam dari kegiatan ini yakni petani Cianjur akan semakin mandiri dan kompetitif. Dinas TPHP telah menorehkan prestasi gemilang dengan mengintegrasikan pendidikan, bantuan, dan demonstrasi dalam satu paket, menjadikan mereka pelopor kemajuan agraria di daerah. Ke depan, program serupa diharapkan terus bergulir, membawa Cianjur menuju era pertanian pintar yang inklusif dan berkelanjutan. (dens).










