- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
- Disperkim Cianjur Tegakkan Ketertiban Lingkungan lewat Penataan dan Pelayanan
- Kepala Sekolah Diminta Wujudkan Perubahan Nyata Usai Pelatihan BCKS
- Kemenangan untuk Sesama: BAZNAS Cianjur Salurkan Donasi Karnaval untuk Korban Gempa NTT
- Pelantikan 19 Pejabat di Cianjur: Percepat Pelayanan dan Hadirkan Program Nyata
- Sekda Herman : Mendongeng Jadi Ruang Ciptakan Generasi Unggul
- Campakamulya Tampil Memukau di Karnaval Cianjur Fest: Mapag Panen Pare Hideung
Di Tahun Hijriah Warga Lokal Pantai Apra Tangkap Impun

Keterangan Gambar : Deburan ombak Pantai Apra tidak menghalangi masyarakat untuk menangkap impun.
Pinusnews.id - Puluhan masyarakat memadati Pantai Apra Desa Saganten, Sindangbarang, Cianjur Selatan. Mereka berburu ikan Impun atau larva ikan yang merupakan sumberdaya hayati.
Dari pagi hingga siang, warga dari anak-anak hingga orang tua, berbondong-bondong membawa alat tangkap ikan yang disebut sirib.
Salah seorang warga, Hendra (39) mengatakan, hampir semua masyarakat berburu impun. Masyarakat menangkap impun di pertengahan bulan atau menjelang akhir bulan di tahun Hijriah.
Baca Lainnya :
- Meski Libur Lebaran, DLH Cianjur Siagakan Petugas Antisipasi Penumpukan Sampah
- Pemda Cianjur Berikan Mudik Gratis untuk Warga Masyarakat
- Hiswana Migas Cianjur, Harga Jual Gas 3Kg Harus Wajar Jika Ada Pangkalan Nakal Laporkan
- 343.000 Hektare Sawah Jabar Siap Diairi dengan Pompanisasi
- Bupati Cianjur Serahkan Stimulan Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah dan Taman Pendidikan Al-Quran
"Ikan Impun tidak setiap hari ada di bibir pantai. Adanya dipertengahan bulan," kata dia saat ditemui di lokasi, Sabtu (6/9/2024).
Dia mengatakan, dirinya berburu Impun (menangkap impun) untuk konsumsi keluarga. Kalau dapat banyak, sisanya dijual untuk menambah biaya perekonomian.
"Alhamdulillah, dapat banyak. Sebagian dipakai untuk hari-hari dan sebagiannya lagi dijual," ungkapnya. (tim).











