- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Dari Pedagang Seblak hingga Nelayan, Mimpi Punya Rumah Terwujud Lewat KPR Sejahtera FLPP

Keterangan Gambar : Presiden Prabowo Subianto serahkan kunci rumah kepada perwakilan masyarakat pada acara Akad Massal 50.030 Unit KPR Sejahtera FLPP dan Serah Terima Kunci Tahun 2025, di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu, 20 Desember 2025. Foto: BPMI Setpres/Kris
Pinusnews.id - Di antara ribuan kunci rumah yang diserahkan pada Akad Massal 50.030 Unit KPR Sejahtera FLPP Tahun 2025, pada Sabtu, 20 Desember 2025, di Perumahan Pondok Banten Indah, Kota Serang, terselip cerita-cerita sederhana tentang mimpi yang akhirnya berwujud nyata. Bagi penerima manfaat, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kemandirian dan harapan masa depan.
Fauzi Nurdian, pedagang seblak berusia 23 tahun, tak menyangka impiannya memiliki rumah bisa terwujud di usia muda. Informasi tentang program KPR Sejahtera FLPP ia peroleh dari tetangga yang bekerja di perumahan tersebut.
“Alhamdulillah, masih muda tapi udah punya rumah baru, rumahnya juga bagus Alhamdulillah, air bersih, listrik juga bagus,” ujar Fauzi dengan wajah sumringah.
Baca Lainnya :
- Awas Hati-Hati, Ada Oknum Satpol PP Cianjur Lakukan Penipuan
- Kontes Burung Bergengsi di Pendopo Tumaritis Cianjur
- Dishub Cianjur Pasang CCTV di 8 Titik, 24 Jam Pantau Lalu-Lintas
- Geger, di Sebuah Kosan seorang Pria Meninggal, yang Wanita Kritis
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
Fauzi pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program perumahan yang dinilainya sangat membantu pelaku UMKM sepertinya. “Untuk Bapak Presiden Prabowo, terima kasih atas program perumahannya, sangat membantu untuk kita masyarakat sebagai UMKM, terima kasih,” imbuh Fauzi.
Kebahagiaan serupa dirasakan Ahmad Kurniadi, seorang tukang cukur asal Desa Kalodran, Serang. Selama ini, Ahmad masih tinggal bersama orang tuanya karena keterbatasan biaya untuk memiliki rumah sendiri. Dengan booking fee dan angsuran terjangkau, Ahmad akhirnya bisa mewujudkan keinginannya untuk mandiri.
“Alhamdulillah, saya senang sekali karena saya selama ini masih tinggal di rumah orang tua. Saya ingin punya rumah sendiri karena di rumah orang tua masih ada keluarga saya, adik saya. Jadi saya ingin mempunyai rumah sendiri,” tutur Ahmad dengan haru.
Sementara itu, Airin Ajiyanti Putri, seorang nelayan keramba asal Solo, mengaku kepemilikan rumah adalah impian yang telah lama ia dan suaminya nantikan. “Senang banget, udah impian saya dari dulu sama suami,” ungkapnya
Airin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo atas kebijakan perumahan murah yang membuka peluang keluarga kecil sepertinya untuk hidup lebih mandiri.
“Terima kasih untuk Bapak Presiden, karena sudah menyediakan rumah murah bagi kami yang ingin memiliki rumah. Impian-impian kami, beserta keluarga supaya bisa lebih mandiri lagi,” imbuhnya penuh haru.
Kisah-kisah tersebut menjadi potret nyata dampak Program KPR Sejahtera FLPP yang dicanangkan pemerintah. Melalui program perumahan ini, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen negara untuk menghadirkan hunian layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi dan kesejahteraan keluarga Indonesia. (tim dens).











