- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
- Pemkab Cianjur Bagikan 100 Sertifikat dan 65 Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Agrabinta
- Wagub Erwan Serukan Masyarakat Jabar Berpartisipasi dalam Sensus Ekonomi 2026
- Dinas Pendidikan Cianjur Atasi 2.079 Calon Siswa Belum Tembus SPMB: Solusi dan Arahan untuk Orang Tu
Cianjur Perkuat Program Intervensi Turunkan Prevalensi Stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr I Made Setiawan.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus memperkuat berbagai program intervensi untuk menurunkan prevalensi stunting, khususnya pada fase krusial 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Upaya ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk mencegah dampak buruk malnutrisi yang dapat berlangsung seumur hidup.
Kepala Dinkes Cianjur, I Made Setiawan, menjelaskan bahwa pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun menjadi fokus utama dalam pencegahan stunting. Periode ini merupakan masa pertumbuhan otak dan tubuh yang sangat pesat, sehingga kekurangan asupan gizi dapat menyebabkan kerusakan pertumbuhan yang bersifat permanen.
“Stunting biasanya terjadi akibat kekurangan gizi yang berlangsung lama sejak bayi, terutama di golden age atau 1.000 hari pertama kehidupan. Pada masa tersebut, kalau asupan gizi tidak terpenuhi dengan baik, dampaknya sulit diperbaiki di kemudian hari,” ujarnya pada Selasa (25/11/2025).
Baca Lainnya :
- PT. Bukit Naga Mas Punya Pasukan Pembuat Mesin untuk Kemajuan UMKM di Cianjur
- Cegah Kerumunan Massa, Dandim, Kapolres dan Ketua DPRD Cianjur Patroli Malam Pergantian Tahun
- Komunitas UMKM PT. Bukit Naga Mas Beri Bantuan ke Yayasan, Fakir Miskin dan Duafa
- Samsat Cianjur Tutup, 2 Januari 2021 DibukaÂ
- Plh. Sekda Cianjur Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2021
Menurut I Made, stunting ditandai dengan pertumbuhan fisik anak yang tidak sesuai dengan standar umur akibat malnutrisi kronis. Namun, tidak semua anak bertubuh pendek dapat dikategorikan stunting tanpa pemeriksaan mendalam terhadap penyebab dan lama kekurangan gizi yang dialami.
Lebih jauh ia menegaskan, stunting bukan sekadar masalah pertumbuhan fisik seperti tinggi badan pendek, tapi juga sangat berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak yang mengalami stunting memiliki risiko lebih besar dalam hal kemampuan belajar yang rendah serta produktivitas yang menurun saat dewasa.
“Jika masalah stunting tidak ditangani dengan serius, efeknya tidak hanya pada individu, tetapi juga menjalar ke aspek sosial ekonomi dan perkembangan generasi berikutnya,” tandasnya.
Untuk itu, Dinkes Cianjur terus mengoptimalkan berbagai program, mulai dari edukasi gizi kepada ibu hamil dan keluarga, peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pendampingan keluarga agar kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi secara optimal. Kolaborasi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan menekan angka stunting di daerah ini.
“Kami sangat membutuhkan dukungan seluruh stakeholder. Dengan kerja sama yang solid, kita bisa menciptakan generasi muda yang lebih sehat, cerdas, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan,” pungkas I Made.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur juga merencanakan pelatihan kader kesehatan dan sosialisasi di tingkat desa untuk memperluas jangkauan edukasi pencegahan stunting. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting yang selama ini menjadi perhatian nasional. (dens).











